Gembira Loka Zoo Bawa Akreditasi A dan Konsep Kesejahteraan ke Bandung Zoo
Gembira Loka Zoo ikut seleksi pengelola Bandung Zoo, menawarkan konsep kesejahteraan satwa dengan akreditasi A tertinggi.

Manajemen Gembira Loka Zoo, kebun binatang ternama di Yogyakarta, telah masuk sebagai salah satu peserta seleksi pengelolaan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo). Dengan luas areal 18 hektar yang hampir sama dengan Bandung Zoo, Gembira Loka Zoo juga memiliki lebih dari 1.000 satwa, dibandingkan sekitar 700 satwa yang dimiliki Bandung Zoo saat ini. Sebagai calon pengelola baru, Gembira Loka Zoo menawarkan konsep pengelolaan modern yang berfokus pada kesejahteraan satwa, bukan hanya perbaikan infrastruktur fisik semata.
Dasar Konsep: Lima Kebebasan Kesejahteraan Satwa
Direktur Utama Gembira Loka Zoo, KMTA Tirtodiprojo, menjelaskan bahwa konsep modern yang ditawarkan bukan hanya tentang kandang yang lebih bagus, tetapi benar-benar memberikan perhatian penuh pada kesejahteraan satwa. "Kesejahteraan satwa mencakup lima kebebasan dasar: bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan suhu dan fisik, bebas dari rasa sakit dan penyakit, bebas mengekspresikan perilaku alami, dan bebas dari rasa takut dan tertekan," ujarnya dalam wawancara eksklusif.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan bergizi dan air bersih adalah langkah awal yang penting. Ketika semua kebutuhan terpenuhi, suasana di kebun binatang akan lebih nyaman bagi satwa, dan pada gilirannya akan membuat pengunjung lebih senang berkunjung. "Hal itu jika sudah kita lakukan dengan bagus, otomatis suasana untuk binatang lebih nyaman, lebih bagus. Otomatis orang-orang yang datang pun akan lebih senang juga," tambahnya.
Edukasi Publik dan Manajemen Populasi yang Terarah
Selain fokus pada kesejahteraan satwa, Gembira Loka Zoo juga menekankan pentingnya edukasi publik. Setiap papan nama di kebun binatang tidak hanya menyebut nama spesies, tetapi juga memberikan informasi lengkap tentang asal-usul, habitat alami, dan pola makan satwa. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengunjung tentang keanekaragaman hayati dan pentingnya konservasi.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah manajemen populasi satwa. Tirtodiprojo menegaskan bahwa keberhasilan tidak diukur dari jumlah satwa yang banyak atau tingkat perkawinan yang tinggi, tetapi dari kenyamanan satwa di dalam kandang. "Setiap kandang memiliki kapasitas yang sesuai, jadi jumlah satwa yang dipelihara harus cocok dengan kapasitas tersebut. Jangan sampai kita memelihara lebih banyak satwa dari yang dapat ditampung dengan nyaman," jelasnya.
Prestasi dan Akreditasi A yang Menjadi Modal
Sebagai calon pengelola Bandung Zoo, Gembira Loka Zoo membawa modal prestasi yang kuat. Kebun binatang ini telah mendapatkan akreditasi A, nilai tertinggi untuk akreditasi kebun binatang di Indonesia yang masih berlaku. Selain itu, pada November 2025, Gembira Loka Zoo juga memperoleh sertifikasi kesejahteraan satwa dari Asosiasi Kebun Binatang Asia Tenggara. Hanya dua institusi di Indonesia yang memiliki sertifikasi ini, yaitu Gembira Loka Zoo dan Taman Burung Citra Bali.
Tirtodiprojo tidak berani memprediksi apakah Gembira Loka Zoo akan terpilih sebagai pengelola baru Bandung Zoo. Namun, ia menekankan bahwa pihaknya hanya mengandalkan prestasi yang telah diraih selama ini.
Konteks Seleksi Pengelolaan Bandung Zoo
Seleksi pengelolaan Bandung Zoo ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Kota Bandung untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kebun binatang terkenal tersebut. Pemerintah Kota Bandung telah menargetkan bahwa Bandung Zoo akan memiliki pengelola baru pada akhir Mei 2026. Selain Gembira Loka Zoo, calon pengelola lain yang juga mengajukan proposal adalah Faunaland, yang telah menyiapkan konsep sendiri untuk mengelola kebun binatang.
Dalam konteks ini, Tirtodiprojo menekankan bahwa kebun binatang adalah sumber penghasilan yang potensial jika dikelola dengan baik. "Kalau boleh mengumpamakan, biarkan sapinya itu sehat dan kuat sebelum diperah susunya," tandasnya. Ia menjelaskan bahwa sebelum memanfaatkan potensi penghasilan dari Bandung Zoo, semua aspek kesejahteraan satwa dan manajemen harus terpenuhi dengan baik.
Dengan konsep yang telah terbukti berhasil di Yogyakarta, Gembira Loka Zoo berharap dapat membawa perubahan positif bagi Bandung Zoo. Konsep ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas hidup satwa, tetapi juga meningkatkan pengalaman pengunjung dan potensi penghasilan kebun binatang. Seleksi masih berlangsung, dan masyarakat akan menyaksikan apakah Gembira Loka Zoo dapat terpilih sebagai pengelola baru Bandung Zoo.