Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Forum Perempuan Pengusaha: Menggali Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Jabar · Oleh ·

Forum Prosperitea Vol.4 yang diikuti perempuan pengusaha lintas sektor membahas peluang ekonomi di tengah ketidakpastian global, dengan menekankan kolaborasi dan adaptasi sebagai kunci bertahan dan tumbuh.

Forum Perempuan Pengusaha: Menggali Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Bandung – Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi tantangan utama bagi sebagian besar negara, dengan tekanan geopolitik, fluktuasi harga energi, dan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali. Menurut International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan melambat menjadi 3,1 persen pada 2026, angka yang di bawah rata-rata historis sebelum pandemi COVID-19. Bank Dunia juga menambahkan bahwa tekanan dari sektor energi berpotensi memperparah inflasi, terutama di negara berkembang, yang pada gilirannya memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi global. Namun, di tengah dinamika yang penuh tantangan ini, sebuah forum yang diikuti perempuan pengusaha lintas sektor menawarkan perspektif baru: ketidakpastian dapat diubah menjadi momentum untuk menemukan peluang baru.

Gambar Acara Forum Prosperitea Vol.4

Konteks Ketidakpastian Ekonomi Global

Perlambatan ekonomi global yang diproyeksikan IMF tidak hanya memengaruhi negara maju, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada negara berkembang. Fluktuasi harga energi yang tidak stabil dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, sementara inflasi yang tinggi menekan daya beli masyarakat. Kondisi ini menciptakan lingkungan bisnis yang penuh tantangan, di mana banyak perusahaan kesulitan untuk bertahan dan tumbuh. Namun, para ahli menekankan bahwa setiap krisis selalu menyimpan peluang bagi mereka yang mampu melihatnya dengan perspektif yang berbeda.

Forum Dhanavinya: Membangun Ekosistem Kolaborasi Perempuan Pengusaha

Salah satu forum yang menawarkan perspektif baru adalah Dhanavinya, sebuah komunitas yang mewadahi perempuan pengusaha lintas sektor untuk saling berkolaborasi dan berkembang. Forum ini menawarkan berbagai program, mulai dari mentoring, coaching, hingga konsultasi bisnis, untuk menguatkan kapasitas anggotanya. Dihadirkan oleh tiga pendiri yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di dunia bisnis—Esra Manurung, Lanny Sutiarto, dan Ailing Yang—Dhanavinya menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menciptakan dampak signifikan, bukan kompetisi.

"Secara berkala kami mengadakan dialog dan kolaborasi untuk mengembangkan kapasitas diri. Kami juga menyediakan program mentoring, coaching dan konsultasi bisnis. Kami percaya berkolaborasi jalan untuk dampak signifikan, bukan bersaing," ujar ketiga pendiri dalam siaran pers. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung, di mana perempuan pengusaha dapat berbagi pengetahuan, sumber daya, dan jaringan, daripada bersaing satu sama lain.

Pandangan Adaptif: Krisis sebagai Momentum Tumbuh

Dalam forum "Prosperitea Vol.4: Global Crisis and Its Opportunity", Ailing Yang menekankan pentingnya cara pandang yang positif dalam menghadapi krisis global. Ia menegaskan bahwa krisis bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi harus dipahami sebagai peluang untuk tumbuh dan berinovasi. "Di setiap ketidakpastian, selalu ada ruang untuk bertumbuh bagi mereka yang mampu melihat peluang dengan cara yang berbeda," ujarnya.

Yang juga menyoroti bahwa kekuatan utama dalam menghadapi tekanan berasal dari dalam diri, bukan dari faktor eksternal. Kejelasan tujuan dan keberanian mengambil langkah yang berani dinilai menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang di tengah ketidakpastian. Pendapat ini menegaskan bahwa transformasi tidak selalu datang dari perubahan eksternal, tetapi dari perubahan pola pikir dan sikap internal.

Peluang Tersembunyi di Berbagai Sektor

Erita Yohan, yang dijadikan narasumber utama dalam forum, menyoroti sejumlah sektor yang memiliki peluang besar di tengah krisis global, antara lain pangan sehat, kesehatan, energi, dan ekonomi digital. Ia menekankan bahwa kemampuan beradaptasi adalah faktor paling menentukan dalam memanfaatkan peluang ini.

"Bukan yang paling kuat yang bertahan, tetapi yang paling cepat beradaptasi. Di balik krisis, selalu ada peluang tersembunyi yang bisa dimanfaatkan," kata Erita. Ia juga menekankan pentingnya kemandirian, baik secara finansial maupun dalam pengembangan keterampilan, untuk menghadapi ketidakpastian. Perempuan dinilai memiliki keunggulan alami, seperti ketelitian dan intuisi, yang dapat dijadikan modal untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada.

Kesimpulan: Refleksi untuk Masa Depan yang Lebih Kuat

Para pembicara dalam forum sepakat bahwa kondisi global saat ini menjadi momentum refleksi bagi individu dan organisasi. Dengan kembali pada nilai dan tujuan jangka panjang, mereka dapat membangun langkah yang lebih kuat dan tangguh untuk menghadapi masa depan. Pendekatan kolaboratif yang ditawarkan oleh Dhanavinya juga dianggap sebagai cara yang efektif untuk menciptakan perubahan positif, terutama bagi perempuan pengusaha yang sering menghadapi hambatan lebih besar di dunia bisnis.

Dengan perspektif yang berbeda dan pendekatan yang inovatif, forum ini menunjukkan bahwa ketidakpastian global tidak harus menjadi hal yang menakutkan, tetapi dapat diubah menjadi momentum untuk tumbuh dan berkembang.