Fakta Kebakaran TPA Cikolotok Purwakarta: Area 1 Hektare Terdampak, DLH Beberkan Penyebab dan Upaya Pemadaman
Kebakaran TPA Cikolotok Purwakarta belum padam, area terdampak 1 hektar dari total 10 hektar. DLH sebut ada unsur kesengajaan dari pemulung.

Kebakaran TPA Cikolotok Purwakarta Belum Padam
Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikolotok di Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hingga Kamis (9/7/2026) masih belum sepenuhnya padam. Petugas di lapangan masih menemukan sejumlah titik api dan kepulan asap di area pembuangan sampah tersebut.
Koordinasi DLH dan Damkar dalam Proses Pemadaman
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terus mengupayakan proses pemadaman. Petugas menyiramkan air ke titik-titik asap menggunakan selang dari truk tangki air yang telah disiagakan di lokasi.
Baca Juga: Barcelona Tebus Rodri dari Manchester City Senilai 65 Juta Pound
"Kami terus berupaya melakukan pemadaman, meski faktor cuaca dan hembusan angin yang cukup kencang sangat memengaruhi proses di lapangan," jelas Anggoro, Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Purwakarta.
Penyebab Kebakaran: Ditemukan Unsur Kesengajaan
Kabar terbaru menyebutkan bahwa kebakaran ini bukan sekadar insiden biasa. Berdasarkan pernyataan resmi dari DLH Kabupaten Purwakarta, ditemukan unsur kesengajaan dalam kejadian ini.
"Penyebab kebakaran ini ada unsur kesengajaan dari pemulung yang membakar bekas tempat tidur yang dibuang ke areal TPA Cikolotok," tegas Anggoro.
Luas Area Terdampak dan Upaya Pengendalian
Hingga saat ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1 hektare dari total keseluruhan luas TPA Cikolotok yang mencapai hampir 10 hektare. Meskipun angka ini cukup signifikan, petugas mengklaim titik api sudah berhasil terlokalisasi sehingga tidak merembet ke area yang lebih luas.
Imbauan Pemerintah dan Potensi Bahaya
Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui instansi terkait mengimbau para pemulung maupun penggembala di sekitar TPA Cikolotok untuk tidak:
- Membuang puntung rokok yang masih menyala
- Membakar sampah sembarangan di area TPA
Kondisi cuaca kering dan angin kencang saat ini sangat rentan memicu kebakaran besar di area terbuka. Hal ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati.
Kondisi Terakhir dan Langkah Preventif
Tim gabungan masih tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan kepulan asap benar-benar hilang dan tidak memicu munculnya api baru. Pemerintah daerah juga telah mengambil langkah preventif dengan meningkatkan patroli di kawasan TPA.
"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan situasi tetap terkendali," tambah Anggoro.
Dampak Lingkungan yang Perlu Diwaspadai
Kebakaran di TPA Cikolotok ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat sekitar. Asap dari pembakaran sampah dapat mengandung zat-zat berbahaya yang berdampak pada kesehatan pernapasan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Dengan luas TPA yang mencapai hampir 10 hektare, potensi bahaya kebakaran di masa depan tetap terbuka lebar jika tidak ada langkah pencegahan yang lebih serius dari semua pihak.
Kesimpulan
Situasi kebakaran TPA Cikolotok Purwakarta masih dalam proses penanganan. Dengan area terdampak seluas 1 hektar, petugas gabungan terus mengintensifkan upaya pemadaman meskipun terkendala cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah melalui DLH dan Damkar berkomitmen menyelesaikan proses ini secepat mungkin. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di area TPA maupun di lingkungan sekitar.