Fajar Riza Ul Haq: Target 30 Persen Sekolah Muhammadiyah Jawa Barat Jadi Unggulan
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq dorong Muhammadiyah Jawa Barat naikkan sekolah unggul jadi 30 persen dari 12 persen saat ini melalui mutu, inovasi, dan kolaborasi.

Fajar Riza Ul Haq Dorong Transformasi Pendidikan Muhammadiyah Jawa Barat
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya peningkatan mutu pendidikan di lingkungan Muhammadiyah Jawa Barat. Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Dikdasmen dan PNF, MPKSDI, serta LP2M PWM Jawa Barat di BBPPMPV BMTI Cimahi, Sabtu (27/6).
"Api pencerahan Muhammadiyah Jawa Barat harus terus menyala melalui mutu pendidikan, inovasi layanan, dan harmoni ekosistem amal usaha."
Jejak Sejarah Gerakan Pencerahan di Jawa Barat
Fajar menjelaskan bahwa Muhammadiyah Jawa Barat telah menjadi bagian integral dari gerakan pencerahan bangsa sejak awal. Jejak histórico ini dimulai dari aktivitas Muhammadiyah di Sukabumi yang terhubung langsung dengan tokoh-tokoh penting seperti Haji Rasul, ayah Buya Hamka, serta A.R. Sutan Mansur.
Baca Juga: Fanny Naftalena Raih Gelar MM Unpad dengan IPK 4.00 Lewat Program bjb Scholarship
Tidak hanya berhenti di situ, perkembangan gerakan juga mencakup wilayah Jasinga dan Leuwiliang, Bogor. Pada 1965, Jawa Barat bahkan menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-36 di Bandung, saat Presiden Soekarno hadir dan menekankan pentingnya nasionalisme kebangsaan.
Peningkatan Mutu sebagai Prioritas Utama
Dalam arahannya, Fajar menilai bahwa orientasi pendidikan Muhammadiyah perlu bergeser dari kuantitas menuju kualitas. Pesan ini sejalan dengan pandangan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang terus mengingatkan bahwa kompetisi pendidikan saat ini ditentukan oleh:
Baca Juga: Profesor ITB Sebut Pohon di Bandung Bukan Hiasan, tapi Benteng Lawan Panas dan Banjir Cekungan
- Mutu pendidikan yang konsisten
- Inovasi dalam layanan
- Kualitas kepercayaan masyarakat
- Orientasi pada layanan prima
Capaian dan Tantangan Sektor Pendidikan
Muhammadiyah Jawa Barat mencatat pencapaian membanggakan dengan tingkat akreditasi A pada jenjang SMP yang telah melampaui 80 persen. Meskipun demikian, masih ada pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan pada jenjang SD dan SMA.
Fajar mendorong perlunya membangun budaya mutu secara menyeluruh dari PAUD hingga SMA/SMK/MA. Hal ini berarti:
- Sekolah tidak cukup sekadar mengejar status akreditasi
- Pembelajaran harus membawa perubahan nyata
- Guru terus bertumbuh dan berkembang
- Kepala sekolah memimpin transformasi
- Layanan pendidikan makin dipercaya masyarakat
Target 30 Persen Sekolah Unggulan
Salah satu target signifikan yang disampaikan Fajar adalah peningkatan jumlah sekolah Muhammadiyah yang berstatus unggul. Saat ini, sekolah dengan predikat unggul di Jawa Barat baru sekitar 12 persen.
"Kita perlu dorong agar naik minimal 30 persen. Ini pekerjaan besar yang membutuhkan ketekunan dari semua pihak," tegas Fajar.
Untuk mencapai target tersebut, strategi yang digariskan meliputi:
- Satu kabupaten/kota satu sekolah unggulan di setiap jenjang pendidikan
- Pembukaan dan pengembangan sekolah dilakukan dengan perencanaan matang
- Menjamin mutu, inovasi, dan keberlanjutan sejak awal pendirian
- Tidak sekadar membuka sekolah dengan modal bismillah
Membaca Perubahan Zaman
Fajar menekankan bahwa sekolah Muhammadiyah harus peka terhadap perubahan zaman. Beberapa dinamika yang perlu diperhatikan meliputi:
- Meningkatnya ekspektasi orang tua terhadap kualitas pendidikan
- Hadirnya generasi digital yang membutuhkan pendekatan baru
- Kompetisi mutu layanan pendidikan yang semakin ketat
Dalam konteks ini, sekolah Muhammadiyah didorong untuk memperkuat ekosistem pembelajaran yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara terintegrasi.
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Pendidikan
Menatap masa depan, Fajar mengingatkan bahwa kecakapan sosial, emosional, dan spiritual akan semakin penting. Sekolah Muhammadiyah memiliki modalitas kuat untuk membangun ekosistem pembelajaran yang sehat, terutama di era kecerdasan buatan.
"Ke depan, kecakapan sosial, emosional, dan spiritual akan semakin penting. Sekolah Muhammadiyah punya modalitas kuat untuk membangun ekosistem pembelajaran yang sehat."
Kolaborasi Strategis Pemerintah dan Muhammadiyah
Fajar menegaskan bahwa sekolah swasta yang dikelola masyarakat, termasuk Muhammadiyah, merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan nasional.
"Pendidikan nasional tidak bisa dikerjakan pemerintah sendiri. Muhammadiyah adalah salah satu komponen bangsa yang sangat penting dalam kerja-kerja untuk mencerdaskan kehidupan bangsa."
Harapan ke Depan
Ketua PWM Jawa Barat, Ahmad Dahlan, menyampaikan bahwa Muhammadiyah sejak awal memang dikenal bergerak di bidang pendidikan. Kolaborasi untuk keunggulan perlu terus diperkuat.
Di akhir kegiatan, Fajar berharap melalui Rakorwil ini Muhammadiyah Jawa Barat dapat semakin:
- Memperkuat harmoni ekosistem pendidikan
- Memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak
- Mengonsolidasikan langkah menuju amal usaha pendidikan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing
"Orang menghormati Muhammadiyah karena mutu dan layanan. Pelayanan seluas-luasnya tanpa pandang bulu harus terus menjadi ciri khas Muhammadiyah. Dari situlah peran strategis Muhammadiyah akan terus dihormati," tutur Fajar yang juga merupakan Ketua LKKS PP Muhammadiyah.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Toni Toharudin, para kepala UPT Kemendikdasmen di Jawa Barat, Kepala BBPMP Jawa Barat Komalasari, Kepala BBGTK Jawa Barat Sugito, serta Kepala BBPPMPV BMTI Baharudin.