Wali Kota Bandung Luncurkan Aplikasi Halo Bandung Sambil Genjot Program Gaslah di HJKB ke-216
Upacara HJKB ke-216 menegaskan komitmen penanganan sampah lewat program Gaslah dan hampir 10.000 titik kompos RT, serta peluncuran aplikasi Halo Bandung sebagai super app layanan publik.

Peringatan Hari Jadi Kota Bandung ke-216 di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (25/9), mengangkat dua agenda utama yang langsung menyentuh kehidupan warga. Pertama, penanganan sampah melalui penguatan program berbasis kewilayahan. Kedua, digitalisasi layanan pemerintahan lewat peluncuran aplikasi Halo Bandung.
Wali Kota Muhammad Farhan dalam upacara tersebut menyebut penanganan sampah sebagai tantangan terbesarnya. "Tantangan terbesar yang dihadapi Kota Bandung saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menciptakan kota yang bersih, sehat, dan memiliki tata kelola pemerintahan yang modern," katanya.
Pendekatan yang dipilih pemerintah kota adalah melibatkan warga sejak di tingkat rumah tangga. Program andalan bernama Gerakan Bandung Selatan Mengolah Sampah Mandiri (Gaslah) menargetkan pengolahan sampah dari sumbernya. Saat ini, sekitar 1.596 petugas Gaslah tersebar di berbagai wilayah untuk mendampingi warga.
Program ini akan diperkuat dengan penyediaan sarana pengolahan sampah organik. Pemerintah kota juga menyiapkan hampir 10.000 titik kompos yang tersebar di seluruh RT di Kota Bandung. Langkah ini bertujuan menuntaskan persoalan sampah sejak hulu, sebelum masuk ke sistem pengangkutan dan pengolahan akhir.
Di sisi teknologi, pemerintah kota mengembangkan beberapa metode pengolahan sampah. Pengolahan organik dan teknologi termal sudah diterapkan. Pemerintah kota juga tengah menggarap proyek Solid Recovered Fuel (SRF) bekerja sama dengan pemerintah pusat.
Untuk layanan pemerintahan, pemerintah kota menghadirkan aplikasi Halo Bandung sebagai super app. Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform. Warga bisa mengakses layanan tanpa harus berpindah-pindah platform.
Baca Juga: Telkomsel Lantik Enam Guru Terbaik Terpujilah GURU 2026, Dua di Antaranya dari Jawa Barat
"Melalui aplikasi ini kita dapat mengakses berbagai informasi dan layanan untuk warga Kota Bandung dalam satu platform," tutur Farhan. Aplikasi ini dirancang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, responsif, transparan, dan akuntabel. Warga bisa memperoleh berbagai layanan pemerintahan secara lebih sederhana dan efisien.
Farhan optimistis kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, akademisi, dan dunia usaha akan mempercepat terciptanya Bandung yang bersih dan modern. Penyelesaian persoalan lingkungan dan transformasi digital disebutnya sebagai dua fondasi penting untuk mewujudkan kota yang unggul dan berkelanjutan.
Bagi warga Bandung, dua agenda ini memiliki dampak langsung. Hampir 10.000 titik kompos di tingkat RT akan mengubah cara masyarakat berurusan dengan sampah rumah tangga. Sementara itu, berbagai layanan pemerintahan bisa diakses lewat satu aplikasi tanpa harus antre di kantor perangkat daerah.