Karawang hasilkan 500.000 ton padi per tahun, jadi lumbung pangan utama Bandung dan kawasan metropolitan Jae
Kabupaten Karawang menghasilkan 500.000 ton padi per tahun sebagai lumbung pangan utama Jawa Barat yang mengamankan pasokan beras dan sayuran ke Bandung Raya.

Jalur transportasi penghubung Karawang dan Bandung ramai dilalui truk-truk pengangkut hasil pertanian setiap pagi. Sekitar 500.000 ton padi diproduksi di Kabupaten Karawang setiap tahun, menjadikannya salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Barat. Dari sawah-sawah di lintas timur Jawa Barat itulah sebagian besar beras yang dikonsumsi warga Bandung Raya berasal.
Peringatan Hari Tani Nasional pada 24 September tidak sekadar seremoni di Karawang. tanggal itu bermakna karena pada 24 September 1960, Undang-Undang Pokok Agraria resmi disahkan. Jayadi, Ketua Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia Kabupaten Karawang, menyebut peringatan itu sebagai pengingat bahwa ketersediaan pangan di meja makan masyarakat tidak pernah terlepas dari kerja keras para petani.
"Petani bukan hanya mereka yang bekerja di sawah. Mereka adalah bagian dari rantai kehidupan yang memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia," kata Jayadi.
Baca Juga: Telkomsel Lantik Enam Guru Terbaik Terpujilah GURU 2026, Dua di Antaranya dari Jawa Barat
Secara geografis, Karawang terletak di koridor tengah Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Bekasi dan Bandung. Kondisi ini membuat hasil pertanian dari Karawang mudah disalurkan ke pasar-pasar besar di kawasan metropolitan. Padi bukan satu-satunya komoditas. Sayuran dan buah-buahan dari daerah ini juga masuk ke pasar tradisional dan modern di Bandung dan sekitarnya.
Namun kelompok-kelompok tani di Karawang menghadapi tekanan yang makin besar. Harga saprodi terus naik dari tahun ke tahun, sementara harga jual hasil panen sering kali tidak sebanding dengan ongkos produksi. regenerasi petani juga menjadi masalah. anak-anak petani lebih memilih merantau ke kota daripada mengelola sawah milik keluarga.
Kesejahteraan petani, menurut Jayadi, baru akan bergerak kalau perhatian terhadap sektor ini tidak bersifat temporer.
Baca Juga: Pengamen 22 Tahun Tertangkap Saat Bobol Motor di Sadangserang Coblong
"Semoga Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk membangun kepedulian yang lebih besar terhadap petani. Mari kita dukung petani agar semakin sejahtera, pertanian semakin kuat, dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh," katanya.
Bagi warga Bandung Raya, ancaman yang paling konkret dari menurunnya minat bertani di Karawang dan kabupaten penghasil pangan lain di Jawa Barat adalah naiknya harga beras. Kalau produksi turun dan rantai distribusi dari timur Jawa Barat terganggu, sayuran serta buah yang selama ini mengalir deras ke Pasar Induk Caringin dan pasar-pasar tradisional Bandung akan ikut terpengaruh.