Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Empat Unit Damkar Padamkan Kebakaran Semak dan Limbah Kain di Kutawaringin Bandung

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Api melahap semak dan limbah kain di Kutawaringin Bandung. Empat mobil damkar dan 17 personel dikerahkan, api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.

Empat Unit Damkar Padamkan Kebakaran Semak dan Limbah Kain di Kutawaringin Bandung

Respons Cepat Damkar Bandung Atasi Kebakaran di Kutawaringin

Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api yang melahap semak belukar dan limbah kain di Kampung Badaraksa, Desa Jalegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Peristiwa terjadi pada Senin sore, memantik respons darurat dari tim Damkar Bandung.

Kronologi Kejadian dan Laporan Masuk

Informasi kebakaran pertama kali masuk ke Command Center Damkar Bandung pada pukul 17.25 WIB. Laporan menyebutkan bahwa api telah menyala di area semak belukar yang bercampur dengan tumpukan limbah kain di lokasi kejadian.

Sumber Daya yang Dikerahkan

Untuk menghadapi situasi ini, pihak Damkar Bandung bergerak cepat dengan mengerahkan sumber daya besar. Terdapat empat unit mobil damkar dan dua unit pompa air yang dikendalikan oleh 17 personel gabungan.

"Semak belukar dan limbah kain," tegas pihak Damkar mengenai objek yang terbakar.

Peralatan berat ini menjadi kunci utama dalam upaya memadamkan api yang berpotensi menyebar lebih luas.

Hasil Pemadaman dan Kondisi Terakhir

Usai perjuangan panjang Tim Reaksi Cepat Damkar Bandung, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Pihak Damkar memastikan situasi sudah aman dengan menyatakan kondisi lokasi telah kembali normal.

"Sudah hijau," tutur pihak Damkar, menandakan area kebakaran telah sepenuhnya bersih dari bara api.

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa

Aspek positif dari kejadian ini adalah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan. Keberhasilan evakuasi dan respons cepat menjadi faktor utama mengapa peristiwa ini dapat berakhir tanpa korban.

Kebakaran di kawasan permukiman padat seperti Badaraksa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di area yang memiliki tumpukan material mudah terbakar.