Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Empat Kunci Keamanan Tingkat Desa: Strategi Baru Polisi Indonesia Kuatkan Peran Bhabinkamtamas

Jabar · Oleh · · Diperbarui 1 September 2026

Kapolda Jawa Barat tegaskan empat prinsip Bhabinkamtamas: adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif untuk jaga kamtibnas tingkat desa secara optimal.

Kapolda's Vision: Empat Kunci Keamanan Tingkat Desa

Kepolisian Daerah Jawa Barat gerak cepat memperkuat peran Bhabinkamtamas sebagai garda terdepan keamanan tingkat desa. Kamis (17/7/2026),kapolda Jawa BaratIrjen Pol Pipit Rismanto memimpin langsung Apel Gelar Bhabinkamtamas dan Sabuk Kamtibnas di Mapolda Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan empat prinsip utama yang harus menjadi pedoman seluruh Bhabinkamtamas dalam menjalankan tugasnya.

Empat prinsip tersebut: adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif. Keempatnya dirancang sebagai kerangka kerja praktis yang dapat diterapkan langsung oleh Bhabinkamtamas di setiap wilayah.

Baca Juga: Dewan Pers akan Gelar Pertemuan Seluruh Konstituen Bahas Masa Depan Hari Pers Nasional

Prinsip Pertama: Adaptif terhadap Dinamika Lapangan

Bhabinkamtamas dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan situasi di lapangan secara cepat. Menurut Pipit, setiap wilayah memiliki karakteristik, potensi, kerentanan, dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan tidak bisa seragam.

"Kita harus memiliki wawasan global, berpikir nasional, tapi mampu bertindak lokal. Cara bertindak harus disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan," tegaspipit dalam amanatnya.

Prinsip adaptif ini memastikan setiap Bhabinkamtamas dapat merespons karakter unik wilayahnya masing-masing tanpa terikat metode kaku.

Baca Juga: Kemenkop Ajukan Anggaran 2027 Rp 4,53 Triliun, Lonjakan 420 Persen dari 2026 untuk Perkuat Ekosistem Kopdes

Prinsip Kedua: Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat

Selain adaptif, Bhabinkamtamas juga harus peka terhadap kebutuhan masyarakat. Pipit menekankan bahwa responsivitas bukan sekadar kehadiran fisik, melainkan kemampuan memberikan pelayanan secara cepat, tepat, dan berkualitas.

Artinya, Bhabinkamtamas dituntut proaktif membaca kebutuhan warga, bukan menunggu laporan masuk baru kemudian bertindak. Kepekaan ini menjadi ukuran kualitas pelayanan di tingkat grassroots.

Prinsip Ketiga: Kolaboratif dengan Seluruh Pemangku Kepentingan

Bhabinkamtamas tidak bisa bekerja sendiri.kapolda Jawa Baratini menekankan pentingnya membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kolaborasi menciptakan jaringan pengawasan yang lebih luas dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Prinsip Keempat: Solutif Hadirkan Penyelesaian Nyata

Terakhir, Bhabinkamtamas harus mampu menghadirkan penyelesaian nyata terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat. Setiap permasalahan yang muncul dituntut untuk diselesaikan secara konkret, bukan sekadar pencatatan atau pelaporan.

Komitmen Implementation, Bukan Sekadar Slogan

Penting untuk dicatat, keempat prinsip ini tidak boleh berhenti sebagai slogan semata. Pipit mengingatkan bahwa keempatnya harus tercermin dalam:

"Saya meyakini apabila keempat prinsip ini kita laksanakan secara konsisten, makapolda jawa baratdapat melaksanakan tugas secara optimal," tutup Pipit.

Dengan konsistensi penerapan keempat prinsip ini, diharapkan keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat desa dapat terjaga secara lebih efektif dan berkelanjutan.