El Nino Ancam Jawa Barat, BPBD Distribusikan 4,2 Juta Liter Air Bersih
BPBD Jawa Barat distribusikan 4,2 juta liter air bersih hadapi El Nino. Bekasi terima 2,2 juta liter, paling tinggi. Alat penjernihan dibagikan ke 27 kota.

Ancaman El Nino Picu Kekeringan di Sejumlah Wilayah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat terus mengintensifkan penanganan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah akibat fenomena El Nino. Musim kemarau yang diprediksi lebih kering dari kondisi normal menuntut langkah antisipasi cepat dan terkoordinasi.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten AME, menyatakan bahwa upaya penanganan tidak hanya berfokus pada distribusi air bersih, tetapi juga membangun infrastruktur darurat untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat.
"Kita juga menyalurkan dan membantu beberapa kabupaten kota dengan meminjamkan tangki-tangki air. Selain daripada itu juga kita mencoba melakukan dengan bantuan BNPB membuat sumur-sumur baru untuk mengantisipasi kekeringan," terang Teten.
Data Distribusi Air Bersih per Wilayah
Hingga saat ini, sebanyak 4,2 juta liter air bersih telah didistribusikan ke daerah-daerah terdampak. Kabupaten Bekasi menjadi wilayah dengan distribusi tertinggi, diikuti Kabupaten Bogor.
Berikut rincian distribusi:
- Kabupaten Bekasi: 2,2 juta liter
- Kabupaten Bogor: 800 ribu liter
Langkah ini dinilai krusial mengingat dampak kekeringan yang merata di berbagai wilayah Jawa Barat.
Kolaborasi Multi-Pihak untuk Percepatan Penanganan
Penanganan kekeringan tidak hanya melibatkan BPBD, tetapi juga berbagai pihak melalui kolaborasi terpadu. Di Kabupaten Tasikmalaya, distribusi air bersih banyak dibantu oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Selain itu, sektor swasta turut berperan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Teten menjelaskan bahwa industri yang memiliki kapasitas air berlebih diminta membantu masyarakat sekitar.
"Industri-industri yang kelebihan air biasanya membantu mendistribusikan air bersih ke masyarakat sekitarnya. Itu bagian daripada CSR yang dibangun oleh perusahaan dengan kami di pemerintah daerah," papar Teten.
Kolaborasi ini diyakini efektif untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Alat Penjernihan Air untuk 27 Kabupaten dan Kota
BPBD juga telah mendistribusikan alat water sanitation (watsan) ke seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Alat ini memungkinkan masyarakat menjernihkan air dari sungai maupun sumber air lainnya agar layak digunakan.
Teten menekankan bahwa alat penjernihan ini menjadi solusi penting bagi wilayah yang kesulitan memperoleh air bersih layak pakai.
"Di beberapa kabupaten kota kita sudah distribusikan ke 27 kabupaten kota alat watsan untuk melakukan penjernihan air supaya air tersebut layak digunakan," tegas Teten.
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD mengingatkan masyarakat yang masih kesulitan memperoleh air bersih untuk segera melapor. Teten menegaskan kesiapan lembaga untuk merespons laporan warga.
"Kalau memang ditemukan hal tersebut silakan laporkan ke kami," ajaknya.
Masyarakat dapat menghubungi BPBD atau pemerintah daerah setempat agar bantuan segera disalurkan.
Prediksi BMKG: El Nino Bertahan hingga Awal 2027
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan prediksi iklim 2026. Fenomena El Nino diperkirakan segera aktif dan bertahan hingga awal 2027.
Kondisi ini diprediksi menyebabkan musim kemarau lebih kering dibandingkan kondisi normal di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.
BMKG menyebut beberapa wilayah mengalami kemarau lebih awal, meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh pemangku kepentingan.