Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ekonomi Sirkular Lapas Garut: Limbah Kulit jadi Maggot dan Pupuk Organik

Jabar · Oleh · · Diperbarui 24 Agustus 2026

Lapas Kelas IIA Garut gandeng PT Mandraguna olah limbah kulit jadi maggot dan pupuk organik melalui ekonomi sirkular, beri bekal keterampilan warga binaannya.

Ekonomi Sirkular Lapas Garut: Limbah Kulit jadi Maggot dan Pupuk Organik

Lapas Kelas IIA Garut Kembangkan Sistem Ekonomi Sirkular dari Limbah Kulit

Kabupaten Garut, yang dikenal sebagai salah satu sentra industri kulit nasional, kini menemukan solusi cerdas untuk mengatasi masalah limbah penyamakan kulit. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut menggandeng PT Mandraguna untuk mengembangkan sistem pengelolaan limbah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.

Kolaborasi Strategis dengan Swasta

Kepala Lapas Kelas IIA Garut Rusdedy menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari transformasi pembinaan pemasyarakatan yang berorientasi pada pembentukan karakter sekaligus inovasi bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Pria 46 Tahun Diamankan Polisi Usai Minta Rp50 Ribu ke Wisatawan dengan Kedok Saredona di Talaga Bodas

"Kami ingin menghadirkan model pengelolaan limbah yang tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi," jelas Rusdedy.

Kerja sama ini menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi warga binaannya. Inilah wujud nyata pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Proses Pengolahan Limbah Menjadi Produk Bernilai

Langkah konkret yang dilakukan meliputi beberapa tahap strategis:

Baca Juga: Ukar Diduga Gelapkan Fortuner yang Dititipkan C.O. untuk Gadai di Karawang

Dampak Positif bagi Warga Binaan

Program ini memberikan bekal keterampilan praktis kepada warga binaannya, meliputi:

Pengetahuan ini diharapkan menjadi bekal valuable ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Peluang Replikasi ke Daerah Lain

Rusdedy berharap program tersebut mampu menghasilkan ekosistem usaha yang terintegrasi, mulai dari pengolahan limbah hingga pemanfaatannya untuk mendukung sektor peternakan dan pertanian lokal.

"Lapas harus mampu menjadi bagian dari solusi," tegas Rusdedy.

Program ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan limbah berbasis pemasyarakatan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia, memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi sirkular nasional.