Dua Pelajar SMP Meninggal Dunia Usai Tenggelam di Sungai Citarum Lama Bojongsoang Bandung
Dua pelajar SMP berusia 13 dan 14 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Citarum Lama Bojongsoang Bandung pada Jumat 29 Mei 2026. Tim SAR dan warga berhasil menemukan kedua korban.

Insiden Tenggelam Dua Pelajar SMP di Bojongsoang
Pada Jumat (29/5/2026) sore, tragedi tenggelam menimpa dua pelajar SMP di wilayah Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Kedua korban, Ahmad Wildan Herianto (13 tahun) dan Daarul Wahiddin (14 tahun), ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan dan warga lokal.
Kronologi kejadian diungkapkan oleh Wawan Gunawan, anggota Rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Bandung, yang menjadi salah satu petugas yang terlibat dalam pencarian korban. Menurutnya, timnya menerima laporan dari warga sekitar sekitar pukul 16.12 WIB, mengenai dua orang yang tenggelam di Sungai Citarum Lama.
Saat tiba di lokasi, Wawan menjelaskan bahwa sudah ada banyak warga dan aparat setempat yang berupaya melakukan pencarian. Timnya kemudian melanjutkan pencarian menggunakan perahu dan metode manual untuk mengakses area sungai yang lebih dalam.
Kronologi Lengkap Insiden
Berdasarkan keterangan saksi, keempat anak yang berada di lokasi tersebut adalah teman sekolah. Mereka memutuskan untuk berenang di Sungai Citarum Lama sekitar pukul 15.45 WIB, saat cuaca cerah di wilayah tersebut. Dua dari mereka, Tasya dan Tegar, berhasil berenang hingga ke tepi sungai dengan selamat. Namun, Wildan dan Daarul mengalami kesulitan saat berenang. Diduga, mereka kehabisan tenaga dan tidak bisa mencapai tepi, sehingga tenggelam di tengah aliran sungai.
Proses Pencarian dan Penemuan Korban
Setelah menerima laporan, tim Disdamkar segera bergerak ke lokasi untuk membantu pencarian korban. Beberapa langkah yang dilakukan petugas meliputi:
- Melakukan patroli di sekitar area sungai menggunakan perahu
- Menggunakan metode pencarian manual untuk mengakses zona yang sulit dijangkau
- Berkoordinasi dengan warga lokal untuk memperluas area pencarian
Selama hampir satu jam pencarian, petugas berhasil menemukan korban pertama, Wildan, sekitar pukul 17.00 WIB, tidak jauh dari titik di mana korban terakhir terlihat tenggelam. Kurang lebih 20 menit kemudian, pada pukul 17.20 WIB, petugas menemukan korban kedua, Daarul, di area yang sama.
Kedua korban kemudian dibawa ke RSUD Bedas Tegalluar untuk dilakukan pemeriksaan medis, yang mengkonfirmasi bahwa kedua korban telah meninggal dunia. Setelah proses identifikasi selesai, kedua korban dibawa ke rumah duka masing-masing untuk dilakukan pemakaman selanjutnya.
Kondisi Lokasi Sungai Citarum Lama
Wawan juga menjelaskan bahwa lokasi kejadian memiliki kedalaman yang cukup bervariasi, berkisar antara 4 hingga 8 meter. Meskipun demikian, lokasi ini menjadi tempat favorit untuk berenang bagi anak-anak di sekitar wilayah Kampung Bedas, termasuk kedua korban. Menurutnya, kedua korban diketahui bisa berenang dan sering datang ke sungai tersebut untuk bermain air bersama teman-teman mereka.
"Anak-anaknya memang bisa berenang dan mereka itu teman sekolah. Suka berenang di situ juga," ujar Wawan saat dikonfirmasi pada Jumat (29/5/2026).
Selain itu, Wawan menegaskan bahwa meskipun lokasi ini sering digunakan untuk berenang, masyarakat diharapkan untuk lebih berhati-hati, terutama saat berenang di sungai yang memiliki aliran dan kedalaman yang tidak terduga. Insiden ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya pengawasan orang dewasa saat anak-anak bermain air di badan air alam, untuk mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan.