Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dua Anak Harimau Mati dalam Sepekan di Bandung Zoo Akibat Virus

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Dua ekor anak harimau benggala kembar meninggal dalam sepekan di Bandung Zoo akibat virus Panleukopenia, meskipun mendapat penanganan intensif dari tim lintas instansi.

Dua Anak Harimau Mati dalam Sepekan di Bandung Zoo Akibat Virus

Dalam kurun waktu satu minggu, dua ekor anak harimau benggala kembar bernama Hara dan Haru meninggal di Bandung Zoo, kebun binatang ikonik Kota Bandung. Kedua satwa muda tersebut terinfeksi virus Panleukopenia, meskipun telah mendapat penanganan intensif dari tim medis lintas instansi.

Detail Kronologis Kejadian

Dua anak harimau ini lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk harimau Sahrulkan dan Jelita. Hara, anak pertama, meninggal pada Selasa (24/3) sedangkan Haru meninggal pada Kamis (26/3) 2026, keduanya berusia 8 bulan saat meninggal. Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri, menjelaskan bahwa kedua anakan harimau menunjukkan gejala awal muntah, diare, dan adanya darah pada feses sebelum akhirnya meninggal.

"Secara umum, keduanya terinfeksi panleukopenia. Berbagai upaya sudah dilakukan secara maksimal, namun hasil akhirnya berkata lain," ungkap Eri pada Kamis (26/3).

Tim medis yang menangani kasus ini melibatkan Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, BBKSDA Jabar, serta tim medis internal Bandung Zoo. Meskipun sempat ada harapan ketika salah satu anakan menunjukkan tanda perbaikan, kondisi keduanya kembali menurun drastis setelah melewati periode kritis 48 hingga 72 jam.

Proses Diagnosis dan Verifikasi

Dokter hewan dari BBKSDA Jabar, Agnisa, memastikan diagnosis dilakukan dengan cepat dan akurat. Pemeriksaan melalui rapid test serta analisis sampel feses kedua anakan harimau menghasilkan hasil positif terinfeksi virus Panleukopenia.

"Begitu gejala muncul, kami langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya mengonfirmasi bahwa keduanya positif terjangkit virus panleukopenia," beber Agnisa.

Virus Panleukopenia dikenal sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, kotoran, atau lingkungan yang terkontaminasi. Satwa muda dengan sistem imunitas yang belum sempurna memiliki tingkat kerentanan jauh lebih tinggi terhadap infeksi ini.

Upaya Antisipasi dan Pencegahan Penyebaran Virus

Setelah diketahuinya kasus kematian anak harimau, manajemen Bandung Zoo langsung mengambil langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. Langkah yang diambil meliputi:

Eri menambahkan bahwa tim medis juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan sumber penularan virus. Dugaan awal menyatakan bahwa induk harimau mungkin sebagai carrier virus yang menularkan kepada anak-anaknya sejak lahir, namun penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut.

"Kami belum bisa memastikan apakah ada satwa lain yang terjangkit. Saat gejala muncul, anakan langsung diisolasi ke kandang karantina dan ditangani secara intensif," pungkasnya.

Tanggapan Pemerintah Kota Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa ia sangat prihatin dengan kejadian ini. Ia memastikan bahwa tidak ada unsur penelantaran dalam penanganan kasus ini, dan seluruh tenaga medis telah siaga penuh sejak awal munculnya gejala pada anak harimau.

Farhan juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dalam pengelolaan satwa di Bandung Zoo, khususnya terkait pengawasan penyakit menular pada hewan. Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat, provinsi, dan kota akan bekerja sama untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali, serta menjamin kesejahteraan seluruh satwa di kebun binatang tetap terjaga.

"Kejadian ini jadi pelajaran penting. Virus ini memang salah satu yang paling perlu diwaspadai di kebun binatang yang memiliki koleksi kucing besar. Saya sangat prihatin dan sedih, tapi ini menjadi perhatian serius agar ke depan bisa kita antisipasi dengan lebih baik," sambung Farhan.

Duka atas Kehilangan Satwa Langka

Eri juga menyampaikan duka mendalam atas kehilangan kedua anakan harimau. Ia menambahkan bahwa kedua satwa tersebut bukan sekadar koleksi kebun binatang, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung.

"Kami sangat berduka. Kedua anak harimau ini bukan sekadar satwa tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung," tuturnya.