DPRD Jawa Barat Dorong Festival Layang-Layang Internasional Garut Jadi Agenda Tahunan
DPRD Jawa Barat mendorong Festival Layang-Layang Internasional di Garut dijadikan agenda tahunan karena dampak ekonomi dan promosi daerah yang besar bagi Jawa Barat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan Kabupaten Garut, Aten Munajat mendorong Festival Layang-Layang internasional di Garut agar menjadi agenda tahunan.
Festival Layang-Layang internasional itu diselenggarakan di Tepas Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Kegiatan itu menghadirkan 13 negara termasuk Indonesia.
"Ke depan diharapkan festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata Jawa Barat maupun nasional," kata Aten Munajat.
Ia mengaku bangga kegiatan internasional dapat gelar di Garut. Festival ini dinilai bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengangkat nama Jawa Barat dan Kabupaten Garut di kancah internasional.
"Tentunya akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan berbagai sektor usaha lainnya," katanya.
Festival ini terbukti menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dampak positifnya terasa di sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, pelaku UMKM, hingga ekonomi kreatif.
Aten berharap agenda serupa tahun depan bisa dilaksanakan secara bergilir di berbagai lokasi yang punya potensi pariwisata di Kabupaten Garut maupun daerah lain di Jawa Barat. Dengan begitu, manfaat ekonomi dan promosi daerah bisa merata.
Ia juga mendorong kualitas penyelenggaraan ditingkatkan dari segi peserta yang lebih banyak dari berbagai negara maupun provinsi di Indonesia. Masyarakat lokal di lokasi kegiatan juga diharapkan lebih dilibatkan.
Festival ini diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya, pengembangan sport tourism, dan wisata keluarga. Selain itu, kegiatan ini bisa memperkuat citra Jawa Barat sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Festival layang-layang di Garut pernah diselenggarakan sebelumnya pada 2026 dengan melibatkan 12 negara di lereng Papandayan. [](<>)
Festival Layang-Layang Internasional itu dapat menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata Jawa Barat maupun nasional. "Tentunya akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan berbagai sektor usaha lainnya," katanya.
Ia berharap agenda serupa tahun depan bisa dilaksanakan secara bergilir di berbagai lokasi yang punya potensi pariwisata di Kabupaten Garut maupun daerah lain di Jawa Barat. Dengan begitu, manfaat ekonomi dan promosi daerah bisa merata.
Ia juga mendorong kualitas penyelenggaraan ditingkatkan dari segi peserta yang lebih banyak dari berbagai negara maupun provinsi di Indonesia. Masyarakat lokal di lokasi kegiatan juga diharapkan lebih dilibatkan.
Festival ini diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya, pengembangan sport tourism, dan wisata keluarga. Selain itu, kegiatan ini bisa memperkuat citra Jawa Barat sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Pada gelaran sebelumnya, Garut International Kite Festival 2026 diselenggarakan dengan partisipasi 12 negara di lereng Gunung Papandayan. Festival serupa juga pernah dibahas oleh DPRD Jawa Barat dalam dorongan untuk memperbaiki akses jalan menuju destinasi wisata di daerah lain. [](<>)