Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

DPP LPM bentuk jaringan posko pengaman di tingkat desa untuk lawan empat penyakit sosial

Bandung · Oleh ·

DPP LPM akan bentuk jaringan posko pengaman di seluruh desa untuk lawan empat penyakit sosial meliputi peredaran Tramadol, kekerasan anak, sindikat TPPO, dan penyebaran LGBT.

DPP LPM bentuk jaringan posko pengaman di tingkat desa untuk lawan empat penyakit sosial

Ancaman penyakit sosial yang selama ini dianggap masalah kota kini telah merambah ke pedesaan di Jawa Barat. DPP Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) mencatat empat jenis ancaman utama yang mengintai warga desa, mulai dari peredaran obat keras terbatas seperti Tramadol, tindak kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak, sindikat perdagangan orang, hingga penyebaran perilaku LGBT.

Empat Penyakit Sosial Mengintai Pedesaan

Ketua Umum DPP LPM Ahmad Doli Kurnia mengatakan bahwa penetrasi kejahatan dan penyakit sosial saat ini telah merambah hingga ke strata masyarakat terkecil di tingkat desa melalui jaringan terorganisasi. Empat ancaman ini dinilai makin masif merusak tatanan masyarakat pedesaan.

Baca Juga: Persib Bandung Resmi Rekrut Bek Asing Danijel Lončar dengan Postur 1,89 Meter

"Empat penyakit ini harus menjadi perhatian kita, karena kalau kita biarkan sama dengan membiarkan kerusakan terjadi di bangsa ini," kata Ahmad Doli Kurnia.

Jaringan Posko sebagai Katup Pengaman

Untuk membendung ancaman tersebut, LPM akan membentuk jaringan posko sebagai katup pengaman di seluruh desa. Posko ini berfungsi menerima aduan masyarakat terhadap berbagai ancaman penyakit masyarakat yang terjadi di lingkungan mereka.

Baca Juga: Garuda Indonesia Layani Penerbangan Bandung-Denpasar dari Husein Sastranegara Mulai 14 Agustus 2026

"LPM akan membuat semacam jaringan katup pengaman atau posko untuk menerima aduan terhadap ancaman penyakit masyarakat," tutur Doli.

Sindikat perdagangan orang menjadi salah satu fokus utama. Sindikat ini kerap memanfaatkan kepolosan warga desa dengan iming-iming bekerja di luar negeri seperti Kamboja, namun berakhir menjadi korban penipuan digital atau bahkan menjadi korban kejahatan organ tubuh.

Peran Aktif Masyarakat Desa

LPM berencana memobilisasi pengurus di tingkat desa dan kelurahan untuk membangun sinergi bersama aparat penegak hukum. Tujuannya memberikan perlindungan, pendampingan hukum, serta edukasi penangkalan secara intensif kepada masyarakat.

"Semua penyakit sosial ini punya jaringan. LPM akan mendorong bagaimana supaya semua elemen desa secara berani bisa melawan penyakit-penyakit itu dan membangun sinergi dengan penegak hukum," tutur Doli.

Peredaran obat keras Tramadol dan kekerasan domestik juga membutuhkan keberanian kolektif dari seluruh elemen warga desa untuk melakukan perlawanan secara terbuka. Penguatan jaringan pengaman di tingkat desa diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari berbagai ancaman yang datang.

Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar menjadi kunci utama dalam memberantas keempat penyakit sosial ini. Judul artikel menunjukkan bahwa semangat gotong royong warga desa bisa turut membantu upaya pencegahan di tingkat lokal.