Ditolak Narasi Pecah Belah, Jokowi-Prabowo Tunjukkan Soliditas Pemerintahan
Doli Kurnia sebut pernyataan Jokowi tentang posisi Prabowo sebagai kepala negara dan pemerintahan telah memadamkan narasi dua matahari. Golkar fokus dukung program Prabowo-Gibran.

Pernyataan Jokowi Patahkan Spekulasi Politik
Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Ahmad Doli Kurnia Tandjung, merespons tegas pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), terkait posisi Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
Menurut Doli, pernyataan tersebut merupakan momentum penting untuk meredam beragam spekulasi politik yang berkembang belakangan ini. Ia menilai, tindakan Jokowi ini menunjukkan komitmen nyata terhadap stabilitas pemerintahan.
Baca Juga: 1.700 Kopi di Bandung Disasar Dorong Pertanian 36 Ribu Hektare Berdaya Saing
"Penegasan yang bagus. Pernyataan ini menjadi momentum yang tepat bagi seluruh elemen untuk fokus mengawal dan menyukeskan pemerintahan Prabowo-Gibran sampai selesai," tutur Doli.
Narasi Dua Matahari Resmi Berlalu
Selama beberapa waktu terakhir, publik dihebohkan dengan berbagai spekulasi mengenai dinamika antara Jokowi dan Prabowo. Sebagian pihak bahkan menggaungkan narasi "dua matahari" yang предполагает potensi konflik dalam tubuh pemerintahan.
Baca Juga: D-STAR 2026 Sediakan Beasiswa Utama Rp30 Juta untuk Mahasiswi Riset Kesehatan
Namun, Doli menepis anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa pernyataan Jokowi menjadi bukti nyata bahwa hubungan keduanya jauh dari kata renggang.
"Ini penegasan yang tegas. Yang namanya upaya mengadu domba antara Jokowi dan Prabowo dengan narasi dua matahari sudah resmi dipatahkan," terang politisi berpengalaman ini.
Fokus pada Program, Bukan Agenda 2029
Dalam kesempatan yang sama, Doli juga menyinggung soal dinamika politik jelang Pilpres 2029. Menurut dia, pembicaraan terkait kontestasi politik lima tahunan tersebut masih terlalu dini untuk dibahas.
Justru, pembicaraan politik jangka panjang disebutnya justru dapat mengganggu konsentrasi pemerintah dalam menjalankan program-program strategis.
Beberapa poin penting yang disampaikan Doli:
- Konsentrasi jangan diintervensi oleh agenda politik 2029
- Urusan pilpres akan dibahas saatnya nanti menjelang 2029
- Jika seluruh program pemerintah berhasil delivered, maka tidak akan ada kesulitan menghadapi pilpres
"Konsentrasi kita jangan diinterupsi dengan agenda politik 2029 yang masih jauh. Urusan pilpres ada saatnya nanti menjelang 2029," papar Doli.
Golkar: Tim Sukses Pemerintahan Prabowo-Gibran
Partai Golkar secara tegas menyatakan berada di pihak pemerintahan dan mendukung penuh jalannya program Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Keputusan ini, menurut Doli, merupakan hasil dari forum Rapimnas Partai Golkar yang telah mengikat seluruh kader.
"Semua sudah kami putuskan pada forum Rapimnas Partai Golkar," jelas Doli.
Suksesnya pemerintahan saat ini bakal menjadi modal penting bagi Prabowo untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode kedua. Dengan demikian, Golkar optimistis dapat menjaga kontinuitas program-program yang telah dirancang.
Harapan Golkar untuk 2029
Menyoal kemungkinan Prabowo kembali berduet dengan Gibran di pilpres 2029, Doli mengungkapkan bahwa seluruh keputusan akan diserahkan kepada mekanisme partai dan keputusan Prabowo sebagai calon yang akan diusung.
"Kami berharap Prabowo kembali maju bersama Gibran. Tapi semua kita serahkan pada mekanisme partai dan permasalahan Prabowo," tandasnya.
Partai Golkar mengklaim telah membangun soliditas yang kuat pasca-Musda. Kubu Ahmad Hidayat yang sebelumnya berbeda pandangan kini telah masuk dalam struktur DPD Golkar Jawa Barat, menunjukkan bahwa partai berlogo bintang satu itu semakinsolid dalam menghadapi dinamika politik ke depan.