Dishub Jabar Percepat Perpindahan Bus AKAP-AKDP dari Cicaheum ke Leuwipanjang
Dinas Perhubungan Jawa Barat mempercepat perpindahan bus AKAP dan AKDP dari Terminal Cicaheum ke Leuwipanjang sebagai bagian pengembangan BRT Bandung Raya.

Pendahuluan
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat telah meluncurkan tahapan percepatan perpindahan operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Terminal Tipe A Cicaheum ke Terminal Tipe A Leuwipanjang. Keputusan ini bukan hanya perpindahan rutin, melainkan bagian dari strategi besar pengembangan angkutan massal berbasis jalan (Bus Rapid Transit/BRT) Bandung Raya di Cekungan Bandung.
Latar Belakang Pengalihan Fungsi Terminal
Kepala Dishub Jabar Dhani Gumelar menjelaskan bahwa keputusan pengalihan fungsi layanan AKAP dan AKDP di Terminal Cicaheum telah ditetapkan secara final. Keputusan ini dihasilkan dari kajian mendalam yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Project Manajemen Consultant (PMC). Tujuan utama dari kajian ini adalah mengubah Terminal Cicaheum menjadi depo BRT Bandung Raya, yang akan menjadi bagian integral dari sistem angkutan umum massal wilayah. "Sosialisasi kepada seluruh perusahaan angkutan (PO) bus dan penumpang telah dilakukan, serta beberapa tahap uji coba perpindahan layanan telah berjalan," ujar Dhani. "Namun, proses implementasi penuh masih membutuhkan waktu karena melibatkan koordinasi banyak pihak."
Status Proses Perpindahan Saat Ini
Menurut Dhani, perpindahan operasional bus ini sedang diakselerasi oleh semua pihak terkait, seiring dengan jadwal simultan yang ditetapkan Kemenhub untuk pengalihan fungsi terminal di seluruh wilayah. Saat ini, beberapa PO bus masih beroperasional di Terminal Cicaheum, karena masih menunggu tahapan penuh pengalihan fungsi terminal dan penerbitan Kartu Pengawasan (KP) yang diperlukan. Ia menegaskan bahwa apabila Terminal Cicaheum ditutup untuk memulai proses pembangunan depo BRT, seluruh layanan AKAP dan AKDP akan dipindahkan sepenuhnya ke Terminal Leuwipanjang sesuai Berita Acara Sosialisasi yang telah disepakati bersama.
Kapasitas Terminal Leuwipanjang
Salah satu kekhawatiran utama yang muncul terkait perpindahan ini adalah apakah Terminal Leuwipanjang dapat menampung penambahan armada dan penumpang dari Terminal Cicaheum. Dhani menegaskan bahwa berdasarkan kajian yang telah dilakukan, terminal ini memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung tambahan layanan. Ia menambahkan bahwa Terminal Leuwipanjang dapat menampung tambahan 36 trayek dari Terminal Cicaheum, tanpa mengganggu layanan yang sudah beroperasional di terminal tersebut. Selain itu, terminal ini juga akan mendukung pengembangan BRT Bandung Raya, selain berperan sebagai hub transit angkutan utama di wilayah Cekungan Bandung.
"Kami telah melakukan uji coba penambahan trayek dan penempatan armada di Terminal Leuwipanjang, dan hasilnya menunjukkan bahwa terminal ini dapat beroperasi dengan lancar tanpa masalah kapasitas," ujar Dhani.
Tujuan Pengembangan BRT Bandung Raya
Perpindahan layanan AKAP dan AKDP ini merupakan bagian dari rencana pengembangan angkutan umum massal di Cekungan Bandung, yang merupakan kesepakatan antara Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah Cekungan Bandung. Dhani menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mewujudkan sistem angkutan umum yang lebih efisien dan ramah pengguna, serta mengurangi kemacetan di wilayah Bandung Raya. Dengan adanya BRT Bandung Raya, diharapkan penumpang dapat menggunakan angkutan umum dengan lebih nyaman dan cepat, serta mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya. Ia juga menambahkan bahwa pengembangan BRT Bandung Raya akan mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kualitas udara di wilayah Bandung.