Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dishub Bandung Siapkan 34 Titik dan Tim Derek Anti Macet Lebaran 2026

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Dishub Kota Bandung menyiapkan 34 titik pengawasan, tim derek, dan langkah antisipasi anti macet untuk libur Lebaran 2026, guna kelancaran arus mudik dan wisatawan.

Dishub Bandung Siapkan 34 Titik dan Tim Derek Anti Macet Lebaran 2026

Kota Bandung – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung meluncurkan operasi besar-besaran antisipasi kelumpuhan lalu lintas pada puncak libur Lebaran 1447 H 2026. Sebagai destinasi wisata favorit dan tujuan arus mudik yang ramai, Kota Bandung diprediksi akan menerima lonjakan volume kendaraan yang signifikan selama masa libur. Oleh karena itu, langkah antisipasi ini diambil untuk memastikan kelancaran perjalanan warga lokal dan wisatawan. Kepala Dishub Bandung, Rasdian Setiadi, memastikan seluruh personel telah bersiaga penuh di lapangan untuk menjalankan tugas pengaturan, pengawasan, dan pengendalian lalu lintas secara intensif.

Tujuan Utama Operasi Anti Macet Lebaran 2026

Operasi ini difokuskan pada tiga tujuan utama: pembersihan hambatan samping jalan, penindakan parkir liar, dan pemeriksaan kelaikan armada angkutan umum. Tujuan akhir adalah menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan setiap pengguna jalan selama masa libur Lebaran. "Kami ingin meminimalkan risiko kemacetan panjang yang bisa mengganggu mobilitas warga dan wisatawan," ujar Rasdian dalam keterangan resminya.

34 Titik Strategis Dijaga Ketat

Dishub telah memetakan 34 titik strategis yang mencakup area pusat perbelanjaan dan wilayah rawan kemacetan di seluruh Kota Bandung. Setiap titik akan dijaga ketat oleh unit Gatur (Penjagaan dan Pengaturan) serta unit Edukasi yang bertugas memberikan arahan langsung kepada pengendara.

Salah satu ancaman utama yang menjadi perhatian serius adalah praktik parkir liar di bahu jalan, yang bisa menyempitkan ruang jalan dan memicu kemacetan panjang. Petugas akan melakukan penyisiran rutin di kawasan komersial, dan kendaraan yang terbukti melanggar aturan akan ditindak tegas tanpa pengecualian.

"Salah satu ancaman utama kelancaran lalu lintas yang menjadi perhatian serius, praktik parkir liar di bahu jalan. Petugas melakukan penyisiran rutin di kawasan komersial, di mana kendaraan yang terbukti melanggar aturan akan langsung ditindak tegas, cegah terjadinya penyempitan ruang jalan memicu kemacetan panjang," ujar Rasdian, Jumat (27/3/2026).

Armada Derek dan Pos PAM untuk Penanganan Darurat

Untuk mendukung mobilitas dan penanganan insiden lalu lintas, Dishub telah menyiapkan 10 titik Pos PAM Angkutan Lebaran di lokasi-lokasi paling krusial. Posko ini berfungsi sebagai pusat komando lapangan untuk memfasilitasi koordinasi cepat antar pelaksana di setiap sektor pengawasan selama masa libur.

Selain itu, armada derek akan disiagakan secara penuh di bawah koordinasi personel ASN Dishub di setiap pos pengamanan. Tim derek ini memiliki peran vital untuk mengevaluasi kendaraan yang mengalami kendala teknis atau kendaraan yang melakukan parkir sembarangan di jalur-jalur utama arus mudik dan wisata.

Pengamanan Tempat Wisata dan Objek Vital

Selain fokus pada jalan raya, pengamanan objek vital dan tempat wisata di Kota Bandung turut menjadi agenda prioritas. Sebagai destinasi wisata favorit, Bandung menerima ribuan pengunjung selama libur Lebaran. Oleh karena itu, pengaturan akses masuk dan keluar di lokasi wisata akan diawasi ketat untuk menghindari penumpukan kendaraan yang meluap ke jalan protokol.

Sinergi Publik dan Distribusi Beban Lalu Lintas

Rasdian menegaskan bahwa sinergi antara petugas di lapangan dan kepatuhan masyarakat adalah kunci keberhasilan operasi ini. Selain pengawasan berlapis di 34 titik, unit edukasi dari Dishub juga terus memberikan informasi kepada pengendara mengenai jalur alternatif yang bisa digunakan untuk menghindari titik rawan kemacetan. Strategi ini bertujuan untuk mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih merata ke berbagai ruas jalan di Kota Bandung.

Menjelang puncak arus balik, pengawasan di 10 Pos PAM akan semakin diperketat, dengan tim monitoring bekerja 24 jam untuk memastikan setiap insiden lalu lintas dapat ditangani dalam waktu singkat.

Penutup

Rasdian menambahkan bahwa pengawasan berlapis di 34 titik ini diharapkan bisa menciptakan suasana lalu lintas yang lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia juga mengajak seluruh pengendara untuk mematuhi arahan petugas dan mengikuti aturan lalu lintas agar operasi ini bisa berjalan efektif. "Kerjasama publik sangat diperlukan untuk memastikan libur Lebaran tahun ini berjalan lancar dan aman bagi semua," ujarnya.