Dishub Bandung Larang Pemudik Gunakan Jalur Cijapati karena Minim Penerangan
Dishub Kabupaten Bandung mengimbau pemudik tidak menggunakan jalur Cijapati selama Lebaran 2026 karena minim penerangan, dengan langkah antisipasi peningkatan PJU dan pengawasan.

Peringatan Dari Dishub Bandung untuk Pemudik Lebaran 2026
Musim arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat telah mendapatkan peringatan dini dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung. Instansi ini mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jalur Cijapati sebagai rute alternatif, mengingat kondisi jalan yang dinilai kurang aman untuk dilalui kendaraan.
Alasan Larangan Penggunaan Jalur Cijapati
Kepala Dishub Kabupaten Bandung Hilman Kadar menjelaskan, rekomendasi untuk tidak menggunakan jalur tersebut berasal dari hasil inspeksi bersama dengan kepolisian daerah. Meskipun tidak direkomendasikan, jalur Cijapati masih sering dipakai oleh masyarakat yang menuju wilayah selatan Kabupaten Bandung.
"Hasil inspeksi bersama kepolisian menunjukkan Cijapati tidak direkomendasikan sebagai jalur alternatif, tetapi karena masyarakat tetap menggunakannya, kami berupaya maksimal melalui penerangan dan pengawasan di lapangan," kata Hilman dalam keterangan resmi.
Langkah Antisipasi untuk Meningkatkan Keamanan Jalan
Mengingat tingkat penggunaan jalur Cijapati yang cukup tinggi, Dishub Kabupaten Bandung mengambil beberapa langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kecelakaan selama musim mudik. Salah satu langkah utamanya adalah peningkatan penerangan jalan umum (PJU) di titik-titik yang masih gelap, yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat pengawasan di jalur tersebut selama periode arus mudik. Untuk Operasi Pengamanan Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung dari 14 hingga 29 Maret, Dishub telah menyiapkan 259 personel yang akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan titik strategis. Tugas utama petugas adalah memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik dan periode balik Lebaran.
Penambahan fasilitas dan pengawasan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan, meskipun pihak tetap menekankan bahwa jalur Cijapati tidak direkomendasikan sebagai rute alternatif selama musim mudik tahun ini.