Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dini Hari di Garut, 2 Remaja Tewas Terbakar: Kronologi dan Fakta Terbaru

Jabar · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

Tragedi dini hari di Garut: 2 remaja tewas terbakar dalam kebakaran rumah yang diduga akibat korsleting listrik. Satu korban luka bakar dirawat di Puskesmas.

Dini Hari di Garut, 2 Remaja Tewas Terbakar: Kronologi dan Fakta Terbaru

Insiden Tragis Dini Hari di Garut, 2 Remaja Tewas dalam Kebakaran Rumah

TABRakan api melanda sebuah rumah di Kampung Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Minggu (21/6) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Insiden ini merenggut nyawa dua remaja dan menyebabkan seorang lainnya mengalami luka bakar serius.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api melalap rumah milik Ahmad Zaki, 47, saat penghuninya sedang tertidur pulas. Api yang diduga bermula dari korsleting listrik langsung menjalar ke bagian atap rumah yang mudah terbakar.

Baca Juga: Staf Administrasi RSUD Dr. Soekardjo Diduga Hina Pasien BPJS yang Sempat Keluhkan Waktu Tunggu 8 Jam

Petugas pemadam kebakaran dari Pos Singajaya bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Namun, saat tiba di lokasi, mereka menemukan pemandangan memilukan.

"Dua korban bernama Raihan, 15 tahun, dan Jaeni, 18 tahun, ditemukan dalam kondisi tidak bisa diselamatkan," tutur Kepala Disdamkar Garut, Usep Basuki Eko.

Kondisi Korban dan Evakuasi

Petugas berhasil mengevakuasi seorang korban luka bakar bernama Rifaldi, 18 tahun, yang langsung ditangani di Puskesmas Banjarwangi. Ia mengalami luka bakar cukup parah akibat terjebak di dalam rumah saat api membara.

Baca Juga: Dukcapil: 34,7 Juta Penduduk Indonesia Berzodiak Cancer, Terbanyak dari Semua Zodiak

Menurut keterangan pemilik rumah, Ahmad Zaki sempat berusaha membangunkan ketiga remaja yang tertidur ketika menyadari rumahnya sudah terlalap api. Sayangnya, dua di antara mereka tidak berhasil menyelamatkan diri.

"Pemilik rumah bercerita bahwa ia sudah berusaha membangunkan penghuni lainnya, tapi dua remaja itu tidak terselamatkan," jelas Usep.

Kondisi Rumah dan Penanganan Kebakaran

Sebelum petugas damkar tiba, warga sekitar telah berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember dan peralatan seadanya. Sayangnya, api dengan cepat merata ke seluruh bagian rumah.

Kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut membuat seluruh struktur rumah dan isinya habis terbakar. Puing-puing bangunan bahkan rata dengan tanah.

Petugas melakukan pendinginan setelah api berhasil dipadamkan untuk mencegah kobaran kembali. Dua jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga dan warga untuk proses pemakaman.

Potensi Bahaya Listrik di Permukiman

Kasus ini menjadi pengingat penting tentang potensi bahaya korsleting listrik di permukiman padat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Imbauan untuk Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Garut melalui instansi terkait terus sosialisasi bahaya kebakaran akibat masalah kelistrikan. Masyarakat diminta lebih waspada dan proaktif dalam menjaga keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing.

Tragedi di Kampung Kadongdong ini seharusnya menjadi pelajaran berharga. Kehilangan dua nyawa muda merupakan bukti nyata betapa pentingnya pengecekan rutin terhadap potensi bahaya di lingkungan tinggal.