Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dedi Mulyadi Sarankan Orang Tua Jangan Panik Pilih Sekolah, Kuota Sekolah Negeri Masih Banyak Tersisa

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Gubernur Dedi Mulyadi imbau orang tua jangan panik SPMB 2026. Kuota sekolah negeri di Jawa Barat masih banyak yang belum terpenuhi, tersedia juga SMA Terbuka dan 700 sekolah swasta kerja sama.

Dedi Mulyadi Sarankan Orang Tua Jangan Panik Pilih Sekolah, Kuota Sekolah Negeri Masih Banyak Tersisa

Kuota Sekolah Negeri di Jawa Barat Belum Penuh, Orang Tua Diimbau Tidak Khwatirkan SPMB 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara mengenai proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang akan dimulai pada 15 Juni hingga 14 Juli 2026. Ia meminta seluruh orang tua calon peserta didik baru untuk tidak panik maupun khawatir dalam mengikuti proses tersebut.

Pasalnya, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masih terdapat sejumlah sekolah negeri yang belum memenuhi kuota siswa. Kondisi ini justru membuka peluang besar bagi calon peserta didik untuk mendapatkan bangku sekolah negeri dengan tingkat competencia yang lebih rendah.

"Ayo seluruh orang tua siswa pagi hari ini tidak usah lagi repot untuk daftar, karena hari ini SPMB dibuka tanggal 15 Juni sampai 14 Juli 2026," jelas Dedi dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71.

Sistem Pendaftaran Telah Tersedia di Aplikasi

Dedi menjelaskan bahwa siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan SMK pada dasarnya telah terdata dalam sistem. Dengan demikian, orang tua hanya perlu mengikuti petunjuk yang tersedia pada aplikasi SPMB tanpa harus merasa terbebani.

"Karena siswa-siswa kita yang masuk SMA, SMK sudah terdaftar di SPMB. Selanjutnya nama-nama tersebut persyaratannya sudah lengkap di SPMB ini, nanti tinggal klik saja sesuai dengan petunjuk teknis yang ada di aplikasi SPMB," terang Dedi.

Manfaatkan Sekolah dengan Kuota Tersedia

Lebih lanjut, Dedi meminta masyarakat untuk tidak terpaku pada sekolah-sekolah tertentu yang jumlah pendaftarnya sudah sangat tinggi. Ia mengingatkan agar orang tua lebih jeli melihat alternatif sekolah lain yang masih memiliki kuota kosong.

"Masih banyak sekolah-sekolah negeri yang belum cukup peminatnya, manfaatkan ruang ini dengan baik, jangan kekeh di sekolah yang sudah numpuk pesertanya," tegas Dedi.

Opsi Pendidikan untuk Wilayah Perbatasan dan Keterbatasan Geografis

Bagi calon siswa yang tinggal di wilayah perbatasan antar daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan skema sekolah penyangga. Skema ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat di area yang aksesnya terbatas.

"Bagi yang wilayah perbatasan nanti ada namanya sekolah penyangga, manfaatkan yang penting anak-anak kita sekolah," tegas Dedi.

SMA Terbuka sebagai Alternatif Fleksibel

Selain sekolah konvensional, Dedi turut mengingatkan adanya fasilitas SMA Terbuka yang dapat dimanfaatkan siswa yang memiliki keterbatasan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka setiap hari. Fasilitas ini menawarkan fleksibilitas bagi keluarga yang memiliki kendala jarak atau waktu.

"Bagi mereka yang anak-anaknya tidak bisa tiap hari ke sekolah, manfaatkan namanya sekolah terbuka, SMA terbuka. Nah ini juga negeri, nanti ijazahnya ijazah negeri," papar Dedi.

SMA Terbuka menjadi solusi bagi:

Kerja Sama dengan Sekolah Swasta dan Beasiswa Pancawaluya

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memperluas akses pendidikan melalui kerja sama dengan sekolah swasta. Dedi menyebut terdapat sekitar 700 sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi melalui nota kesepahaman yang telah ditandatangani.

"Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Pendidikan ada 700 sekolah swasta yang menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi," jelas Dedi.

Lebih menarik lagi, melalui kerja sama tersebut, biaya sekolah bagi siswa yang memasuki sekolah negeri maupun sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi akan dibebaskan. Biaya akan dialihkan dalam bentuk beasiswa Pancawaluya.

"Kita nanti memasuki era di mana anak-anak sekolah negeri dan sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah provinsi tidak dipungut biaya oleh sekolah, karena biayanya sudah diberikan dalam bentuk beasiswa Pancawaluya," tegas Dedi.

Komitmen Pemerintah dalam Menjamin Akses Pendidikan

Dedi menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh warga Jawa Barat, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga.

"Asímos kita memasuki sebuah era di mana negara bertanggung jawab terhadap pendidikan warganya," tegas Dedi.

Himbauan Penutup

Menutup pesannya, Dedi berharap seluruh orang tua tetap semangat dalam menyekolahkan anak-anaknya dan memanfaatkan seluruh fasilitas pendidikan yang telah disiapkan pemerintah.

"Hatur nuhun ya, semoga sehat, berkah, penuh semangat untuk menyekolahkan anak-anak kita," katanya.

Dengan berbagai alternatif yang tersedia, orang tua di Jawa Barat memiliki banyak pilihan untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang layak di jenjang menengah atas.