Dedi Mulyadi: Penataan Kabel Semrawut Bandung dan Jabar 2027
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan penataan kabel udara semrawut di Bandung dan seluruh provinsi selesai tahun 2027. Program ini diintegrasikan dengan pembangunan jalan provinsi dan membutuhkan investasi tambahan.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengumumkan target penyelesaian penataan kabel udara semrawut di seluruh wilayah provinsi, termasuk Kota Bandung, hingga tahun 2027. Program ini diintegrasikan dengan pembangunan infrastruktur jalan provinsi dan menjadi bagian dari agenda penataan ruang publik yang lebih rapi dan modern.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ganjil-genap-di-ledeng.jpg) *Kondisi kabel udara padat di kawasan Ledeng, Kota Bandung yang menjadi salah satu titik fokus penataan kabel semrawut.
Tantangan Kabel Semrawut di Kawasan Perkotaan
Kabel udara yang menjuntai dan menumpuk di atas jalan selama ini bukan hanya mengganggu estetika ruang kota, tetapi juga menciptakan kesan semrawut di kawasan perkotaan. Dedi menyoroti kondisi di kawasan Ledeng, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, yang memiliki kabel udara sangat padat. 'Coba lihat di depan Ledeng, kabelnya ribuan. Melihatnya saja sudah bikin pusing,' ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan Kamis (4/6/2026).
Rencana Pelaksanaan Penataan Kabel
Menurut Dedi, penataan kabel udara akan dilakukan secara bertahap, dengan prinsip bahwa setiap daerah harus mulai menyelesaikan kabel yang berserakan di atas jalan. Untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi, ia menargetkan pembangunan infrastruktur jalan di masa depan dilakukan bersamaan dengan pemasangan utilitas bawah tanah.
'Prinsip dasarnya, setiap daerah harus secara bertahap menyelesaikan kabel yang berserakan di atas. Saya targetkan untuk jalan provinsi di Jawa Barat, pada 2027 pembangunan jalannya harus bareng dengan pemasangan kabel bawah tanah,' ucap Dedi.
Ia menambahkan bahwa minggu depan ia akan mengundang pihak-pihak terkait, termasuk penyelenggara jaringan, untuk membahas langkah-langkah penataan yang akan dilaksanakan.
Masalah Biaya dan Gangguan Jaringan
Sebelumnya, beberapa penyedia jaringan menyampaikan bahwa penataan kabel dapat dilakukan tanpa biaya besar. Namun, Dedi menegaskan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penataan tetap membutuhkan investasi, mengingat sudah banyak kabel yang menumpuk di berbagai titik. 'Mereka bilang tanpa biaya, tapi menurut saya kalau jumlahnya sudah banyak begini, pada akhirnya harus berbiaya juga,' ujarnya. Selain masalah biaya, Dedi juga menyinggung kekhawatiran masyarakat mengenai potensi gangguan jaringan internet jika kabel dipindahkan ke bawah tanah. Ia menyatakan bahwa hal tersebut seharusnya dapat diantisipasi dengan pengembangan teknologi yang lebih baik. 'Teknologinya yang harus ditingkatkan,' katanya.
Implikasi dan Harapan Masyarakat
Dedi juga mengimbau warga yang terkena dampak penataan kabel untuk bersabar selama proses pelaksanaan. Ia menegaskan bahwa semua pihak terkait harus bekerja sama untuk memastikan program penataan berjalan lancar dan tidak mengganggu layanan publik.
Baca juga: Pemotongan Kabel Udara di Jalan Asia Afrika Ditunda, Farhan Khawatir Ganggu Layanan Publik