Dari Pabrik ke Petani: Bupati Bandung Dorong Peluang Kerja Berbasis Lokal
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mendorong masyarakat untuk beralih dari ketergantungan industri ke sektor pertanian dan kewirausahaan. Inisiatif ini bertujuan menciptakan 10 ribu lapangan kerja per tahun dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Mengurai Ketergantungan Industri: Bandung Dorong Pertanian dan Kewirausahaan sebagai Pilar Ekonomi Baru
Bandung, Jawa Barat – Pemerintah Kabupaten Bandung secara progresif mendorong transformasi paradigma ekonomi masyarakat, beralih dari ketergantungan pada sektor industri menuju penguatan potensi lokal melalui pertanian dan kewirausahaan. Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa peluang kerja tidak terbatas pada lingkungan pabrik, melainkan terbuka lebar pada sektor-sektor produktif berbasis kearifan lokal.
"Kita perlu mengubah asumsi bahwa bekerja harus selalu di pabrik. Pertanian, kewirausahaan, dan sektor produktif lainnya memiliki potensi yang luar biasa. Bahkan, menjadi seorang wirausahawan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat," ujar Bupati Dadang dalam keterangan resminya yang diterima Senin, di Bandung.
Tantangan Pengangguran dan Potensi Sektor Lokal
Angka pengangguran di Kabupaten Bandung saat ini masih berkisar pada 6,2 persen dari total 1,8 juta penduduk usia produktif, atau sekitar 232 ribu individu yang belum terserap pasar kerja. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dominasi sektor jasa (55,61%) dan manufaktur industri (37,59%) dalam penyerapan tenaga kerja, sementara sektor pertanian hanya menyumbang 6,8% dari total angkatan kerja usia produktif di Kabupaten Bandung.
Kesenjangan ini menjadi justifikasi kuat untuk menyeimbangkan struktur ketenagakerjaan melalui penguatan sektor pertanian dan kewirausahaan. Diversifikasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Perluasan Lapangan Kerja
Upaya perluasan lapangan kerja ini tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan dunia usaha. Sinergi ini akan memastikan program penciptaan kerja berjalan lebih terarah dan efektif.
"Kami menargetkan penyerapan minimal 10 ribu tenaga kerja per tahun, yang akan direalisasikan melalui kolaborasi program nasional, provinsi, dan kabupaten. Pendekatan yang lebih spesifik dan terarah ini akan mempercepat penurunan angka pengangguran," tambah Bupati Dadang.
Hasil Positif dan Target Ambisius
Berbagai kebijakan dan program ketenagakerjaan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bandung telah menunjukkan hasil positif. "Target kami sebelumnya adalah membuka peluang kerja bagi sekitar 10 ribu orang per tahun. Namun, pada realisasi tahun 2024 hingga 2025, penempatan tenaga kerja telah melampaui 20 ribu orang melalui berbagai program," terang Dadang.
Lebih dari itu, strategi jangka panjang juga digulirkan dengan menanamkan pemahaman dunia kerja sejak dini, dimulai dari jenjang pendidikan dasar. Pemanfaatan lahan sekolah sebagai media edukasi pertanian dan kewirausahaan diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda yang memiliki etos kerja, kemandirian, serta kesiapan menghadapi tantangan global di masa depan.
Inovasi ini menciptakan bibit-bibit wirausahawan dan petani modern, membangun fondasi ekonomi yang kuat dari akarnya.
Inisiatif ini bukan hanya sekadar program, melainkan sebuah visi untuk menciptakan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan mampu mengoptimalkan potensi lokalnya, membawa Kabupaten Bandung menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.