Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Danantara Setuju Tagihan Utang KCIC Ditanggung Kemenkeu, Bukan Lagi di Laporan Investasi

Jabar · Oleh ·

Danantara menyetujui utang KCIC ditanggung Kemenkeu, bukan lagi masuk posisi investasi. Pembentukan DSI memaksa revisi anggaran Danantara.

Danantara Setuju Tagihan Utang KCIC Ditanggung Kemenkeu, Bukan Lagi di Laporan Investasi

PT Kereta Cepat Indonesia China menanggung utang triliunan rupiah sejak operasional. Sekarang Kementerian Keuangan yang memikul beban itu.

Keputusan itu muncul dari rapat Dewan Pengawas Danantara Indonesia, Kamis (6/8). Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan skema pembayaran utang dialihkan ke Kemenkeu.

"Ya skemanya nanti Pak Purbaya yang ngatur," kata Prasetyo, merujuk pada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca Juga: Paman Bacok Keponakan hingga Tewas di Warung Banyuresmi, Ancam 10 Tahun Penjara

Danantara Fokus Kelola Aset, Bukan Bayar Utang

Sebelum pengalihan ini, utang KCIC sempat menjadi beban dalam laporan investasi Danantara. Dengan perpindahan tanggung jawab ke Kemenkeu, posisi Danantara bergeser menjadi pengelola aset, bukan penjamin utang.

Koordinasi terkait perpindahan itu sudah melibatkan Kementerian Perhubungan dan Kemenkeu. Menko IPK AHY menyebut keputusan sudah disepakati.

Baca Juga: Kades US di Ciemas diamankan polisi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba, pemeriksaan berlangsung hingga malam

"Sudah disepakati nanti pada saatnya akan seperti yang kemarin juga teman-teman sudah mendengarkan dari Menteri Keuangan akan mengambil alih dari apa yang telah dibicarakan selama ini terkait dengan restrukturisasi keuangan KCIC," katanya.

Dari pihak China, Airlangga Hartarto memastikan komunikasi juga sudah berjalan.

"KCIC juga sudah ada keputusan dengan Menteri Keuangan. Sudah (dikomunikasikan) ya kalau penyelesaian selalu baik," katanya.

Anggaran Danantara Direvisi Karena DSI

Rapat yang sama juga mengubah Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Danantara. Airlangag menjelaskan penyesuaian dilakukan menyusul pembentukan dua entitas baru.

"Perubahan RKAT akibat beberapa kebijakan yang diprioritaskan, antara lain pembentukan DSI dan DDMF. Jadi itu semuanya akan disesuaikan," terang Airlangga.

PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan mengelola aset dan proyek secara langsung. Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama. Struktur Komisaris dan Direksi masih dalam proses pengusunan.

"Sekarang dalam proses sehingga penganggaran format direksi komisaris sudah dilengkapi," kata Airlangga.

Apa Bedanya Buat Rakyat?

Pengalihan utang ke Kemenkeu artinya rakyat tetap menanggung via pajak. Bedanya, pembayaran tidak lagi masuk kategori investasi pemerintah tapi belanja negara.

AHY menyebut Danantara tetap mengawal proyek KCJB dari sisi investasi. Tapi untuk beban utangnya, yang bayar tetap Kementerian Keuangan.

Rapat koordinasi juga menyentuh kawasan industri. AHY bilang daya saing kawasan industri Indonesia perlu naik supaya tidak kalah dari Vietnam dan Thailand.

"Kawasan industri kita juga harus memiliki kesiapan secara infrastruktur kemudian juga bisa lebih kompetitif," katanya.

Dengan pembentukan DSI, Danantara resmi memisahkan fungsi investasi dan pengelolaan aset. Utang KCIC keluar dari laporan investasi, tapi tetap jadi beban fiskal negara.