Conggeang-Ujungjaya Sumedang Diperbaiki, Transportasi Perdagangan Lancar
Jalan utama Conggeang-Ujungjaya di Sumedang akan direnovasi 2026 dengan dana Rp 19 Miliar, menggunakan rigid beton 27 cm, dijadwalkan selesai Juni, didukung Bupati dan masyarakat.

Jalan Conggeang-Ujungjaya Sumedang Diperbaiki 2026 dengan Rp 19 Miliar
Latar Belakang dan Signifikansi Jalan
Ruas sepanjang 2,8 km yang menghubungkan Kecamatan Conggeang dengan Ujungjaya telah lama menjadi titik keluhan utama pengguna. Jalan ini tidak hanya melayani mobilitas penduduk, tetapi juga menjadi jalur logistik untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Cisumdawu serta distribusi hasil pertanian dan produk UMKM setempat.
Sumber Pendanaan dan Proses Administratif
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengonfirmasi bahwa proyek perbaikan didanai melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah sebesar Rp 19 miliar. Dana tersebut disalurkan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Penanganan Jalan Nasional (BP2JN) DKI‑Jabar. Pendanaan ini menandai langkah strategis pemerintah pusat dalam meningkatkan infrastruktur kabupaten.
Teknis Konstruksi: Rigid Beton 27 cm
Pekerjaan rekonstruksi menggunakan konstruksi rigid beton dengan ketebalan 27 sentimeter. Spesifikasi ini dipilih untuk memberikan:
- Kekuatan struktural yang dapat menahan beban berat seperti dump truk dan kendaraan logistik.
- Ketahanan terhadap kerusakan akibat lalu lintas tinggi.
- Umur pakai panjang, mengurangi kebutuhan perawatan rutin.
"Saya sudah mengecek pekerjaan rekontruksi Jalan Conggeang‑Ujungjaya… Bersyukur kepada Allah akhirnya terwujud di tahun ini," kata Bupati Dony dalam konferensi pers pada 17 Januari 2026.
Jadwal Pelaksanaan dan Pengawasan Masyarakat
Proyek dijadwalkan selesai pada Juni 2026. Bupati menekankan pentingnya partisipasi aktif warga serta pihak keamanan (Forkopimcam, Polsek, Koramil) untuk mencegah potensi gangguan.
- Pengawasan bersama: Masyarakat diminta mengawal proses pembangunan.
- Penegakan hukum: Oknum yang mengganggu akan ditindak tegas.
Reaksi Pengguna Jalan
Akbar Faisal, penduduk Desa Narimbang Conggeang yang mengirimkan opak dan rengginang ke kota, menyatakan lega.
"Alhamdulillah akhirnya suara kami didengar… Mudah‑mudahan nanti kalau kirim opak ke kota tidak akan bubuk di jalan lagi," ujar Faisal.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Dengan perbaikan ini, diharapkan:
- Peningkatan efisiensi logistik untuk proyek tol dan distribusi produk UMKM.
- Pengurangan biaya transportasi bagi petani dan pedagang.
- Peningkatan akses layanan bagi warga di kedua kecamatan.
Pemerintah daerah menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih kepada Presiden, Kementerian PU, dan BP2JN DKI‑Jabar atas realisasi proyek yang dianggap krusial bagi pertumbuhan ekonomi Sumedang.
Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi Bupati Sumedang dan laporan lapangan Radar Bandung.