Cimahi Ganti Nama Dua Jalan, Menghormati Soedarna Tresna Manggala & Dann Sughanda
Cimahi resmi mengganti dua jalan menjadi Jalan Soedarna Tresna Manggala dan Jalan Dann Sughanda, menghormati tokoh sejarah dan melestarikan budaya Sunda.

Latar Belakang Penggantian Nama Jalan di Cimahi
Pada Rabu, 18 Februari 2026, Pemerintah Kota Cimahi resmi meresmikan dua ruas jalan dengan nama baru. Jalan Jati Serut diubah menjadi Jalan Soedarna Tresna Manggala, sementara Jalan Aruman diganti menjadi Jalan Dann Sughanda. Perubahan ini diatur dalam Keputusan Wali Kota Cimahi Nomor 130/Kep.5628‑Pem/2025 tanggal 8 Desember 2025.
Tokoh yang Dihormati Melalui Jalan Baru
- Soedarna Tresna Manggala: pernah menjabat sebagai Wali Kota Administratif pertama Cimahi sejak 29 Januari 1976 hingga 1980, dan kemudian menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat (1998‑2003). Nama lengkapnya dicantumkan dalam aksara Sunda pada plakat jalan untuk menegaskan identitas budaya lokal.
- Dann Sughanda: lahir di Cimahi pada 11 Juni 1932, dikenal sebagai aktivis yang memperjuangkan perubahan status Cimahi dari Kotif menjadi Kota. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, sehingga namanya dipilih sebagai simbol kontribusi politik dan sejarah kota.
Proses Penetapan Nama Jalan
"Kita memilih melalui mekanisme dan prosedur, kajian, bukan sehari dua hari, 8 bulan, siapa tokoh yang pantas untuk dijadikan jalan di Kota Cimahi," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat acara peresmian.
Wali Kota menegaskan bahwa proses tersebut melibatkan:
- Kajian historis terhadap tokoh‑tokoh yang berkontribusi pada pembangunan kota.
- Konsultasi publik dan rekomendasi dari tim ahli budaya.
- Penyusunan keputusan formal yang kemudian ditetapkan melalui surat keputusan wali kota.
Aspek Budaya: Penulisan Nama dalam Aksara Sunda
Pemasangan nama jalan dalam aksara Sunda menjadi langkah strategis untuk melestarikan warisan budaya. Ngatiyana menjelaskan, "Ini untuk melestarikan budaya Sunda," menandakan komitmen pemerintah daerah dalam mengintegrasikan nilai‑nilai lokal ke dalam infrastruktur kota.
Implikasi bagi Masyarakat dan Perekonomian Lokal
Penggantian nama jalan tidak hanya bersifat simbolik; ia berdampak pada:
- Navigasi dan layanan publik: pembaruan peta digital, sistem GPS, dan alamat resmi diperlukan untuk menghindari kebingungan.
- Identitas kawasan: nama jalan yang terhubung dengan tokoh bersejarah dapat meningkatkan rasa kebanggaan warga dan potensi wisata edukatif.
- Penghargaan terhadap tokoh lokal: menumbuhkan kesadaran sejarah di kalangan generasi muda.
Rencana Lanjutan Pemerintah Kota
Wali Kota Ngatiyana menegaskan, "InsyaAllah, nanti kita telusuri, tokoh‑tokoh lain untuk nama jalan," menandakan bahwa proyek penamaan kembali masih berlanjut. Pemerintah berharap dapat menamai lebih banyak ruas jalan untuk menghormati pahlawan lokal, pelaku seni, dan tokoh budaya lainnya.
Kaitan dengan Kebijakan Pengembangan Kota
Penggantian nama jalan selaras dengan kebijakan strategis Cimahi yang mencakup:
- Penguatan identitas budaya: menyematkan elemen budaya Sunda dalam ruang publik.
- Peningkatan kualitas pelayanan publik: melalui pembaruan data geografis dan sistem transportasi.
- Pembangunan berkelanjutan: menggabungkan nilai historis dengan rencana tata ruang masa depan.
Kesimpulan
Renaming dua ruas jalan di Cimahi menjadi Jalan Soedarna Tresna Manggala dan Jalan Dann Sughanda mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk menghubungkan infrastruktur modern dengan warisan sejarah dan budaya. Proses yang transparan, penekanan pada pelestarian aksara Sunda, serta rencana penamaan lebih lanjut menegaskan komitmen kota dalam membangun identitas yang kuat dan berkelanjutan.
Artikel ini ditulis dengan sudut pandang analis kebijakan kota, memberikan informasi lengkap serta konteks historis dan budaya yang relevan untuk pembaca dan mesin pencari.