Cianjur Gerak Cepat Siagakan 500 Pompa Air Atasi Kemarau
Cianjur siapkan 500 pompa air untuk antisipasi kemarau ekstrem. Petani diimbau beralih ke tanaman hemat air seperti jagung dan kedelai.

Langkah Preventif Antisipasi Musim Kemarau
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengambil langkah antisipatif dengan menyiagakan ratusan unit pompa air sebagai upaya menjaga produktivitas sektor pertanian di tengah musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup ekstrem.
Kesiapan Antisipasi dari Tingkat Kabupaten hingga Desa
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Ali, menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan sejak jauh hari melalui koordinasi intensif dengan seluruh Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD).
Baca Juga: Barcelona Tebus Rodri dari Manchester City Senilai 65 Juta Pound
"Kami sudah melaksanakan rapat dengan semua UPTD sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat dan provinsi terkait antisipasi musim kemarau, terutama pada sektor pertanian," jelas Ali.
Langkah ini merupakan respons terhadap penetapan status siaga bencana kekeringan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Keputusan Gubernur Nomor 360/Kep.307-BPBD/2026 yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.
Kolaborasi TNI dan Pemerintah Daerah
DTPHP Kabupaten Cianjur bekerja sama dengan TNI dalam menyediakan infrastruktur pendukung pertanian. Kedua belah pihak mengoperasikan sekitar 500 unit pompa air yang tersebar mulai dari tingkat Kodam, Kodim, Koramil, hingga Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Pompa-pompa air ini dapat dimanfaatkan petani untuk mengambil air dari sumber permukaan yang masih tersedia, seperti sungai, embung, atau badan air lain yang tidak terpengaruh langsung oleh penyusutan debit akibat kemarau.
Imbauan kepada Petani
Dinas terkait turut imbauan kepada para petani agar tidak memaksakan menanam padi selama musim kemarau. Pemilihan komoditas yang tepat menjadi kunci keberhasilan pertanian saat musim kering.
Tanaman yang relatif tahan terhadap kondisi kekeringan:
- Jagung
- Kacang kedelai
- Umbi-umbian
- Mentimun
Ali menekankan bahwa meskipun komoditas tersebut memiliki tingkat ketahanan lebih baik terhadap minimnya pasokan air, secara ekonomis nilai jualnya belum tentu setinggi gabah atau padi.
"Jadi sebisa mungkin jangan memaksakan menanam padi ketika memasuki musim kemarau karena berpotensi gagal panen," tegas Ali.
Menjaga Produktivitas Lahan
Dengan strategi yang tepat, lahan pertanian di Cianjur diharapkan tetap produktif meskipun menghadapi tantangan musim kemarau. Penggunaan pompa air dan penyesuaian pola tanam menjadi kombinasi solusi yang diharapkan dapat meminimalkan kerugian bagi para petani di wilayah ini.
Langkah koordinasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan instansi militer ini menunjukkan keseriusan dalam menghadapi potensi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Cianjur.