Cellica Nurachadiana Sebut H. Oma Miharja Rizki Layak Pimpin Karawang karena Tetap Membumi Saat Jabat Wakil Ketua DPRD
Cellica Nurachadiana puji H. Oma Miharja Rizki layak pimpin Karawang karena tetap dekat rakyat meski pernah jadi Wakil Ketua DPRD

Pujian seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terhadap figur lokal dalam perayaan hari ulang tahun partai menjadi sorotan di kalangan politik Karawang. Dr. Hj. Cellica Nurachadiana, yang juga menjabat Sekretaris Bapilu DPP Partai Demokrat, secara terbuka menyatakan sosok H. Oma Miharja Rizki layak memimpin Kabupaten Karawang.
Penilaian itu disampaikan Cellica dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat pada akhir Agustus 2026. Ia menyoroti kedekatan Oma dengan masyarakat sebagai kualitas utama yang jarang ditemukan pada figur berlatar belakang politik.
"Ketika tidak menjabat mungkin dianggapnya hal biasa. Tapi kita lihat Kang Haji Oma, beliau membumi ketika beliau menjadi Wakil Ketua DPR," jelas Cellica dalam kesempatan tersebut.
Baca Juga: Partai Golkar Jawa Barat Mulai Perkuat Organisasi Empat Tahun Jelang Pemilu 2029
Cellica mengakui sempat merasa minder setelah mendengarkan pidato Oma yang dinilai sangat baik dan substantif. Namun pujiannya tidak sekadar soal kemampuan berbicara di depan umum.
"Sudah cocoklah untuk memimpin Karawang. Cakep, terus memperkaya ilmu, terus merangkul masyarakat, terus sederhana, terus membumi," terang Cellica.
Kedekatan dengan Rakyat Jadi Ukuran Kepemimpinan
Pernyataan Cellica membawa pesan bahwa kepemimpinan tidak cukup diukur dari jabatan atau popularitas. Kemampuan mendengar, memahami, dan merangkul masyarakat menjadi nilai lebih yang ia nilai jarang bertahan di tengah posisi strategis.
Baca Juga: Kaur Keuangan Desa Ciheulangtonggoh Gelapkan APBDes Rp 574 Juta untuk Renovasi Rumah Pribadi
H. Oma Miharja Rizki sendiri pernah menduduki posisi sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karawang. Di mata Cellica, kemampuan menjaga kedekatan dengan konstituen di tengah peran politik yang besar itulah yang membedakannya.
Konteks ini tidak berdiri sendiri. Karawang sebagai kabupaten dengan populasi besar di Jawa Barat sering menghadapi tantangan dalam pelayanan publik dan pemerataan pembangunan. opini dari tokoh sekelas anggota Komisi IX DPR RI tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi publik dalam membaca dinamika politik lokal.
Partai Demokrat Bidik Kemenangan 2029
Di kesempatan yang sama, Cellica menegaskan target Partai Demokrat untuk meraup kemenangan penuh di Kabupaten Karawang pada Pemilu 2029. Ia mengajak seluruh kader menjaga soliditas dan membangun kerja politik yang matang.
"Ke depan, 2029 kita raih kembali kemenangan Partai Demokrat di Kabupaten Karawang yang paritura," tutur Cellica.
Peringatan hari ulang tahun partai menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan arah politik ke depan. Namen H. Oma Miharja Rizki yang mendapat sorotan positif dari Cellica di momen ini memberi sinyal tentang figur yang mungkin dimainkan dalam rencana besar tersebut.
Tangan Líder untuk Karawang
Perolehan dukungan terbuka dari tokoh nasional bukanlah hal yang biasa terjadi di tingkat kabupaten. Ketika seorang Anggota DPR RI memberikan penilaian bahwa seseorang layak memimpin, publik biasanya membacaanya sebagai bagian dari dinamika politik yang lebih luas.
Pada akhirnya, masyarakat Karawang tetap menjadi pihak paling menentukan dalam menilai setiap calon pemimpin. Rekam jejak, gagasan, dan kemampuan menghadirkan solusi bagi persoalan daerah akan menjadi ukuran utama.
Namun momentum peringatan ini setidaknya menegaskan kembali pentingnya figur pemimpin yang dekat dengan rakyat. Bagi Karawang yang sedang menghadapi berbagai kebutuhan pembangunan, pesan tentang kepemimpinan yang membumi bisa menjadi pengingat bahwa jarak antara kebijakan dan kebutuhan warga harus tetap dekat.
Di lain sisi, penguatan basis Partai Demokrat di Karawang melalui sosok seperti Oma menjadi strategi partai untuk menghadapi arena politik yang semakin kompetitif. Suara masyarakat di kabupaten ini akan menjadi incaran utama berbagai partai pada pemilu mendatang.