Camat Ropi Minta Pendamping PKH Tidak Cuma Urus Data, Keluarga Prasejahtera Perlu Dibimbing sampai Bisa Mandiri
Camat Cikarang Timur Ropi meminta pendamping PKH tidak hanya urus data, melainkan benar-benar membimbing keluarga prasejahtera supaya mandiri dan tidak bergantung pada bantuan sosial.

Camat Cikarang Timur H. Ropi menyoroti kinerja pendamping sosial dalam Program Keluarga Harapan. Ia meminta mereka tidak hanya berfokus pada pendataan kelayakan penerima bantuan. Pendamping harus berperan aktif mendorong keluarga keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.
"Teman-teman pendamping sosial yang menangani PKH jangan hanya difungsikan ketika melakukan pendataan kelayakan penerima bantuan. Lebih dari itu, bagaimana keluarga penerima manfaat bisa naik kelas menjadi keluarga sejahtera," kata Ropi dalam sosialisasi program BKKBN bersama Puteri Komarudin, anggota Komisi XI DPR RI, belum lama ini.
Camat juga berharap banjir tahunan di wilayahnya tidak lagi dianggap sebagai rutinitas yang wajar. Keluarga yang secara ekonomi sudah kesulitan semakin terbebani ketika banjir datang setiap tahun.
Baca Juga: P Storm Tayang di Trans TV, Kisah Penyamaran Pejabat Antikorupsi Hong Kong di Penjara
"Masyarakat yang sudah kesulitan secara ekonomi tentu semakin terbebani ketika setiap musim banjir harus kembali mengganti kasur, televisi, sofa, dan perlengkapan rumah tangga lainnya," jelas Ropi.
Kerentanan ini menjadi lebih berat mengingat karakter wilayah Cikarang Timur yang beragam. Sekitar 35 persen penduduk tinggal di kawasan dengan ciri perkotaan di Jatireja, Jatibaru, dan Jayasakti. Sisanya masih mendiami lingkungan perkampungan dengan akses yang lebih terbatas.
Wilayah perkampungan ini menjadi sorotan karena dua masalah sekaligus. Selain keterbatasan ekonomi, banjir tahunan datang dan merusak barang-barang rumah tangga yang tidak murah untuk diganti. Ini mempertebal beban keluarga prasejahtera.
Baca Juga: 310 Personel Padamkan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Empat Titik Besar Masih Bergerak
Ropi mendorong agar penanganan banjir dilakukan secara serius melalui normalisasi sungai, optimalisasi waduk atau kolam retensi, serta langkah teknis lainnya. Ia menilai koordinasi lintas pemerintahan, mulai dari kabupaten hingga pusat, diperlukan agar solusinya tidak bersifat sementara.
Kelangit dan Hegarmanah termasuk desa yang rutin tergenang setiap musim hujan. Warga di sana, terutama keluarga prasejahtera, menanggung dampak ganda.
Selain penguatan penanganan banjir, camat menekankan pentingnya pendampingan menyeluruh bagi keluarga prasejahtera. Pendampingan ini mencakup aspek ekonomi, sosial, keagamaan, hingga penguatan mental keluarga. Tujuannya agar mereka tidak sekadar menerima bantuan, tetapi benar-benar mampu berdiri sendiri.
"Di bidang ekonomi, sosial, maupun keagamaan, saya ingin masyarakat saya bisa terbebas dari kondisi prasejahtera," tutur Ropi.
Keberhasilan program perlindungan sosial, kata dia, tidak cukup diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan. Yang lebih penting adalah perubahan kondisi kehidupan masyarakat setelah mendapat intervensi pemerintah.
Ropi berharap program dari pemerintah pusat dan daerah benar-benar memberikan dampak nyata bagi kehidupan keluarga di Cikarang Timur. Melalui kolaborasi pemerintah, wakil rakyat, pendamping sosial, dan masyarakat, berbagai program pembangunan diharapkan mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi warga.
Pembangunan keluarga yang dimaksud bukan sekadar mengatur perencanaan kelahiran, melainkan juga membangun ketahanan ekonomi rumah tangga agar kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi secara mandiri.