Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

310 Personel Padamkan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Empat Titik Besar Masih Bergerak

Jabar · Oleh ·

310 personel gabungan terus memadamkan empat titik besar karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Pangkalan Bun, Minggu. Satu personel tim Zeni mengalami gangguan pernapasan dan diistirahatkan.

310 Personel Padamkan Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, Empat Titik Besar Masih Bergerak

Asap pekat menyelimuti kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Pangkalan Bun, Minggu (18/10/2026). Semangat 310 personel gabungan tidak surut meski cuaca cerah berasap dan situasi berkabut asap menyelimuti lokasi. Mereka tergelar di beberapa titik strategis, mulai dari Pos Shelter, Dermaga Tanjung Harapan, jalur perintisan jalan, hingga Posko Desa Sekonyer.

Empat Titik Besar Masih Bergerak

Aksi pemadaman berfokus pada empat titik besar kebakaran hutan dan lahan yang belum sepenuhnya padam. Mesin Dongfeng telah diaktifkan dua unit di lokasi. Satu unit sudah mengaliri titik Shelter sungai hulu. Unit lainnya sudah hidup namun masih dalam proses instalasi selang menuju titik Baguru. Perintisan jalan pendekat kedua dari Tanjung Harapan menuju Baguru sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer telah tuntas.

Baca Juga: KAPMI Jawa Barat Bidik 8 Persen Pertumbuhan Ekonomi Lewat Tiga Pilar Program UMKM dan Ekspor

Upaya preventiva juga digencarkan. Tim melanjutkan penyiraman dan pendinginan lahan di sekitar titik shelter untuk mencegah api menyala kembali. Kolam terpal penampung air ditambah untuk sektor kanan Pos Shelter Sungai Bulu. Peralatan didistribusikan ke dua titik utama di sektor shelter dan sektor baguru.

Komposisi Personel dari Berbagai Unsur

Sebanyak 101 prajurit TNI turun langsung di lapangan. Mereka didukung 30 personel Polri dan 20 personel TNTP. Relawan masyarakat berjumlah 15 orang, sementara masyarakat Desa Sekonyer yang terdiri dari Pokdarwis, MMP, dan MPA mencapai 30 orang.

Baca Juga: Ayah Cabuli Anak Kandungnya Selama Dua Tahun di Tasikmalaya, Tertangkap Usai Keluarga Pindahkan Korban

Unsur teknis dan logistik tidak kalah ramai. Tim kesehatan meliputi Dinkes dan Puskesmas Kumai sebanyak 4 orang ditambah 2 tenaga medis khusus. Himpunan Pramuwisata Indonesia mengirim 36 orang. Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan menurunkan 26 personel. HKWK mengisi 14 orang, ASTINDO 2 orang, dan FNPF 9 orang. Untuk operasi sungai, tersedia 9 operator perahu dan 7 perahu cepat.

Satu Personel Gangguan Pernapasan

Tim kesehatan Posko menangani satu personel yang mengalami sesak napas, Prada Rizky dari Anggota Tim Zeni. Ia mendapat penanganan nebulizer pada 18 Oktober 2026. Kondisi Prada Rizky kemudian diistirahatkan berdasarkan rekomendasi Tim Kesehatan Posko.

Kodam XXII/Tambun Bungai bersama seluruh komponen masyarakat menerjunkan sumber daya besar-besaran untuk menjaga kawasan hutan yang menjadi habitat orangutan ini tetap lestari.