Bupati Sumedang Minta Publikasi Menu MBG via SPPG Dashboard
Bupati Sumedang meminta publikasi menu MBG via dashboard untuk meningkatkan transparansi, apresiasi FKM MBG, dan tekankan koordinasi serta pasokan lokal sesuai instruksi presiden.

Konteks Audiensi dan Permintaan Bupati Sumedang
Artikel ini diperbarui pada Kamis, 05 Maret 2026 pukul 07:30 WIB.
Pada Selasa, 3 Maret 2026, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima audiensi Forum Komunikasi Mitra Makan Bergizi Gratis (FKM MBG) Sumedang di Ruang Rapat Bupati. Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengemukakan permintaan penting: mempublikasikan menu setiap Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui dashboard MBG Sumedang melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tujuan utama permintaan ini adalah meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat. Menurut Bupati, dengan publikasi menu secara terbuka, masyarakat dapat memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan makanan yang sehat dan higienis. Selain itu, langkah ini juga akan mendorong kompetisi yang sehat antar berbagai dapur MBG di Kabupaten Sumedang, sehingga kualitas makanan yang disajikan dapat terus ditingkatkan.
Tujuan dan Peran FKM MBG Sumedang
Ketua FKM MBG Sumedang Oom Supriatna menjelaskan bahwa forum ini dibentuk sebagai wadah untuk menghimpun dan menggerakkan mitra dapur MBG di seluruh Kabupaten Sumedang. Selain menjadi tempat berkumpul, FKM juga bertujuan menggali dan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia serta sumber daya alam lokal untuk mendukung kebutuhan operasional dapur MBG di daerah.
Tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan dapur, Oom Supriatna menegaskan bahwa FKM MBG juga berkomitmen untuk mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan masyarakat lokal. "Kami ingin membuka lapangan kerja serta turut membantu menyukseskan program presiden yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat," ujarnya. Ia menambahkan bahwa forum ini juga bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan anggota FKM dan masyarakat umum di Kabupaten Sumedang.
Apresiasi dan Aksi Bupati untuk Penguatan Program MBG
Bupati Dony Ahmad Munir mengapresiasi terbentuknya FKM MBG Sumedang. Ia menilai bahwa kehadiran forum ini bukan hanya untuk menyukseskan program pemerintah, tetapi juga memiliki nilai ibadah dan tanggung jawab moral dalam membangun generasi yang kuat dan berkualitas.
"Saya sampaikan ini supaya lebih mendalami dan menjiwai makna dari hadirnya sebagai mitra dapur MBG. Tidak boleh meninggalkan generasi yang lemah. Maka dapur MBG merupakan salah satu ikhtiar untuk menguatkan generasi ke depan," kata Bupati dalam audiensi tersebut.
Ia mengajak seluruh mitra untuk mengelola dapur MBG dengan penuh kesungguhan dan profesionalisme, bukan sekadar menjalankan tugas secara formal. "Tidak hanya sebatas menjalankan, tetapi betul-betul dimaknai dan diupayakan secara optimal. Dengan begitu, kita ikut menyelamatkan generasi yang akan datang melalui pemenuhan asupan gizi yang baik," tuturnya.
Persyaratan dan Koordinasi yang Harus Dipenuhi
Bupati juga menegaskan bahwa FKM MBG harus menjadi ruang kolaborasi yang produktif, bukan hanya sarana komunikasi sederhana. Forum ini harus menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan peningkatan kompetensi para pengelola dapur MBG di seluruh Kabupaten Sumedang.
Salah satu persyaratan penting yang harus dipenuhi adalah perizinan seperti Surat Izin Usaha dan Lingkungan Hidup dan Sanitasi (SLHS) yang wajib dimiliki oleh setiap pemilik dapur. Ia menekankan bahwa semua pihak harus menjalankan semua persyaratan sesuai aturan yang berlaku untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan.
Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang solid antara mitra dapur, SPPG, dan Satgas MBG. Ia mengingatkan agar seluruh pihak mengedepankan semangat saling menguatkan, bukan saling menyalahkan.
"Kuncinya jangan saling menyalahkan, tetapi harus saling menguatkan. Forum ini harus menjadi wahana solutif dan aplikatif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dapur," tegas Bupati. Ia menambahkan bahwa koordinasi yang baik akan membantu memastikan bahwa program MBG berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Instruksi Presiden tentang Pasokan Bahan Lokal
Dalam kesempatan yang sama, Bupati mengungkapkan bahwa berdasarkan instruksi Presiden Prabowo Subianto, dapur SPPG diarahkan untuk mengambil pasokan bahan makanan dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah Daerah Sumedang sedang menyiapkan skema agar potensi lokal dapat terserap secara optimal.
"Kami sedang menyusun perencanaan agar KDKMP dapat menjadi pengepul dari masyarakat. Dapur membutuhkan ketersediaan dan keberlanjutan pasokan, sehingga potensi lokal harus terintegrasi dengan baik," tambahnya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dan mendukung pemberdayaan ekonomi di daerah.
Penutup
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan status gizi masyarakat, terutama anak-anak di usia sekolah. Dengan adanya langkah-langkah yang diambil oleh Bupati Sumedang dan dukungan dari FKM MBG Sumedang, diharapkan dapur MBG di Kabupaten Sumedang dapat berjalan dengan lebih baik, efisien, dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, mitra, dan masyarakat lokal diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan program serupa.