Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bupati Sumedang: Jadikan Ramadan Momentum Perubahan Diri dan Pembangunan

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengajak warga manfaatkan Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum perubahan diri, tingkatkan ibadah, dan dukung kolaborasi pembangunan daerah

Bupati Sumedang: Jadikan Ramadan Momentum Perubahan Diri dan Pembangunan

Kegiatan Safari Ramadan di Masjid Raya Ciromed

Kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Raya Ciromed, Kecamatan Tanjungsari, Selasa (23/2) menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan nilai spiritual bagi masyarakat Sumedang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan sejumlah pesan penting yang menekankan Ramadan sebagai momentum perubahan diri dan dukungan terhadap pembangunan daerah.

Ramadan sebagai Sekolah Kehidupan

Bupati Dony menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan "sekolah kehidupan" yang melatih kesabaran, kedisiplinan, dan kemampuan mengendalikan diri. Ia menjelaskan bahwa indikator puasa yang diterima oleh Allah SWT bukan hanya dari menahan lapar dan dahaga, melainkan dari perubahan sikap dan perilaku setelah Ramadan berakhir.

"Indikator puasa kita diterima adalah ketika setelah Ramadan kita semakin dekat kepada Allah SWT, semakin baik akhlaknya, dan semakin mampu meninggalkan perbuatan buruk," ujar Bupati Dony.

Menurutnya, keberhasilan ibadah puasa tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi lebih pada perubahan spiritual dan sosial yang terjadi pada diri masing-masing warga.

Manfaatkan Waktu untuk Penguatan Diri

Bupati Dony juga menekankan bahwa pengendalian diri selama Ramadan tercermin dari pilihan pribadi dalam memanfaatkan waktu. Ia memberikan contoh pilihan seperti bangun untuk sahur, membaca Al-Quran, atau menjalankan ibadah lainnya daripada menghabiskan waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat.

"Kendali itu ada pada diri kita sendiri. Mau bangun sahur atau tidak, mau membaca Al-Qur’an atau kembali tidur, semuanya pilihan kita. Ramadan melatih kita mengendalikan diri," jelasnya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kebiasaan membaca Al-Quran serta memperbanyak sedekah sebagai wujud kepedulian sosial, terutama kepada warga yang membutuhkan. Ia menambahkan bahwa setiap amal sedekah yang diberikan akan kembali menjadi keberkahan bagi kehidupan si pemberi.

Tetapkan Target Ibadah untuk Hasil yang Optimal

Bupati Dony mengingatkan pentingnya memiliki target ibadah selama Ramadan agar kualitas ibadah terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Beberapa target yang ia sebutkan antara lain menjaga lisan dan perilaku, menyempurnakan salat tarawih, hingga menuntaskan khatam Al-Quran. Ia juga menekankan bahwa tidak boleh sampai seumur hidup berpuasa tetapi belum pernah menyelesaikan salat tarawih atau belum pernah khatam Al-Quran. Ia mengajak warga untuk membuat Ramadan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadan, yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan, dan mendorong masyarakat untuk berburu malam tersebut dengan memperbanyak ibadah.

Dorong Kolaborasi untuk Pembangunan Sumedang

Selain menyoroti peningkatan kualitas ibadah pribadi, Bupati Dony juga mendorong semangat kolaborasi dan gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah Sumedang. Ia menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Sumedang tidak dapat dicapai oleh pemerintah saja tanpa dukungan penuh dari seluruh masyarakat.

"Kemajuan Sumedang tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Perlu dukungan dan kolaborasi seluruh masyarakat agar pembangunan berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan bersama," tegasnya.

Ia berharap bahwa pesan yang disampaikan selama kegiatan Safari Ramadan ini dapat memotivasi warga Sumedang untuk menjalankan ibadah dengan lebih baik dan berkontribusi pada kemajuan daerah melalui kolaborasi dan gotong royong.