Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bupati Sumedang Instruksikan Puskesmas Awasi Keamanan Takjil Ramadan

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Bupati Sumedang menginstruksikan puskesmas untuk mengawasi keamanan takjil selama Ramadan, dengan edukasi dan pengujian sampel untuk mencegah peredaran makanan tidak layak konsumsi di wilayahnya

Bupati Sumedang Instruksikan Puskesmas Awasi Keamanan Takjil Ramadan

Pengawasan Keamanan Takjil Selama Ramadan di Sumedang

Pada Jumat (27 Februari 2026), Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengeluarkan instruksi resmi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang untuk memastikan keamanan takjil yang beredar di seluruh wilayahnya selama bulan suci Ramadan. Instruksi ini meminta seluruh puskesmas di 26 kecamatan Sumedang untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan, guna memantau pedagang takjil dan memastikan makanan yang dijual aman untuk dikonsumsi.

Tujuan Utama Langkah Pengawasan

Menurut Bupati Dony, langkah ini diambil untuk melindungi dua pihak sekaligus: masyarakat umum yang akan mengonsumsi takjil saat berbuka puasa, dan UMKM pedagang takjil yang beroperasi di wilayah Sumedang. Dengan melakukan pengawasan rutin, pemerintah daerah berharap dapat mencegah peredaran makanan yang tidak layak konsumsi, serta meningkatkan kesadaran pedagang tentang standar keamanan pangan yang harus dipenuhi.

Kegiatan yang Dilakukan oleh Petugas Puskesmas

Para petugas sanitarian dan tenaga kesehatan lingkungan (Kesling) dari setiap puskesmas di seluruh kecamatan Sumedang telah diterjunkan ke lokasi penjualan takjil yang ramai. Kegiatan yang dilakukan oleh petugas meliputi:

Dalam keterangan resminya, Bupati Dony menjelaskan bahwa tim puskesmas akan melakukan pengawasan secara rutin selama bulan Ramadan, untuk memastikan bahwa tidak ada pedagang yang melanggar peraturan keamanan pangan.

Peringatan Terhadap Penggunaan Bahan Berbahaya

Salah satu poin penting yang disampaikan Bupati Dony adalah larangan menggunakan bahan tambahan pangan yang tidak diizinkan untuk makanan. Penggunaan bahan seperti pewarna buatan yang tidak terdaftar, pengawet berbahaya, atau bahan pengaya yang tidak memenuhi standar dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi konsumen, mulai dari gangguan pencernaan hingga reaksi alergi yang lebih serius.

"Kami tidak akan mentolerir setiap pelanggaran terhadap standar keamanan pangan. Pedagang yang ditemukan menggunakan bahan berbahaya akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku," ujar Bupati Dony.

Imbauan kepada Masyarakat Sumedang

Selain mengawasi pedagang, Bupati Dony juga mengimbau masyarakat Sumedang untuk lebih selektif saat membeli takjil. Masyarakat disarankan untuk memeriksa label keamanan pangan, serta memastikan bahwa pedagang memiliki izin usaha yang sah sebelum membeli produk. Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk menghindari membeli takjil dari pedagang yang tidak memiliki tempat usaha yang jelas atau harga yang terlalu murah yang tidak wajar.

"Jangan tergiur dengan penawaran harga yang murah tetapi tidak jelas asal-usulnya. Pastikan makanan yang Anda beli telah melewati proses pengawasan keamanan agar tidak membahayakan kesehatan Anda dan keluarga," tambah Bupati Dony.

Harapan Akhir dari Pemerintah Daerah

Dengan dilaksanakannya pengawasan dan edukasi ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap bahwa masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan tanpa khawatir terkena gangguan kesehatan akibat konsumsi takjil yang tidak aman. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas usaha UMKM pedagang takjil di wilayah Sumedang, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dijual.

Artikel ini diperbarui pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 05:47 WIB