Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bupati Bandung Cek Banjir Rancaekek, Dapur Umum dan Tim Kesehatan Siap

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Bupati Bandung meninjau lokasi banjir di Rancaekek, memastikan kesiapan dapur umum dan tim kesehatan, serta mengimbau warga waspada cuaca ekstrem yang berlangsung hingga akhir April.

Bupati Bandung Cek Banjir Rancaekek, Dapur Umum dan Tim Kesehatan Siap

Kamis, 16 April 2026, 07:18 WIB — Bupati Bandung Dadang Supriatna, akrab disapa KDS, meninjau langsung lokasi banjir di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, pada Rabu (15/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kondisi warga terdampak dan memastikan kesiapan fasilitas penanganan darurat, termasuk dapur umum dan tim kesehatan yang siaga di lapangan.

Kondisi di Lokasi Banjir Rancaekek

Di lokasi, KDS memeriksa langsung dapur umum yang telah disiapkan di halaman Desa Sukamanah, Jalan Yasaadi. Ia menegaskan bahwa pelayanan bagi warga terdampak harus berjalan optimal, termasuk layanan kesehatan yang disediakan tim medis siaga di daerah rawan banjir.

Menurut KDS, langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan respons cepat terhadap dampak cuaca ekstrem yang masih berlangsung. "Kami harus memastikan bahwa kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, dan layanan kesehatan tersedia untuk mencegah penyebaran penyakit akibat kondisi banjir," ujarnya dalam kunjungan tersebut.

Peringatan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir April

Dalam kunjungannya, KDS juga menegaskan bahwa cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Bandung masih berpotensi berlanjut hingga akhir April. Ia merujuk pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan intensitas hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

"Saya sudah mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) saat apel pagi bulan April bahwa kondisi ekstrem belum berakhir. BMKG juga memprediksi situasi ini akan berlangsung hingga akhir April," jelas KDS.

Ia kemudian mengimbau seluruh warga Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Selama sepekan terakhir, banjir telah menggenangi 13 kecamatan di wilayah ini, sedangkan angin puting beliung telah merusak lebih dari 65 rumah di beberapa daerah.

Langkah Penanganan Bencana yang Lebih Terkoordinasi

Untuk meningkatkan efektivitas penanganan bencana, Pemkab Bandung telah menggelar rapat bersama tujuh kecamatan untuk membentuk tim pentahelix. Tim ini mengintegrasikan peran pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media, dengan tujuan untuk menyalurkan bantuan dan penanganan bencana dengan lebih tepat sasaran.

Selain itu, KDS mengungkapkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan meninjau sejumlah titik rawan banjir, termasuk Panyadap dan Bojong yang sering mengalami jebolnya tanggul sungai. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan penanganan bencana berjalan maksimal.

Hasil survei lapangan menunjukkan kerusakan yang cukup signifikan akibat cuaca ekstrem, dengan lebih dari 65 rumah rusak akibat angin puting beliung. Pemkab Bandung telah menyiapkan tim perbaikan untuk menangani kerusakan tersebut secepat mungkin.

Apresiasi dari Pihak Lokal

Kepala Desa Sukamanah, Dede Rahim, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah diberikan kepada warga terdampak banjir. Ia menilai bahwa bantuan dari pemerintah daerah, provinsi, serta relawan sangat membantu dalam menghadapi situasi darurat.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Bandung yang sudah meninjau lokasi banjir di wilayah kami, juga kepada para relawan dan pemerintah yang telah memberikan bantuan. Kami juga terus menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak," ujar Dede Rahim.

Penutup

Kunjungan KDS ke Rancaekek menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menangani dampak cuaca ekstrem yang masih berlangsung. Dengan adanya langkah-langkah penanganan yang terkoordinasi dan kesiapan fasilitas darurat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dan warga terdampak dapat menerima bantuan yang tepat waktu.

Warga diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.