Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BRI Berdayakan 43.789 Klaster Usaha, Kuatkan Ekonomi Akar Rumput Berkelanjutan

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

PT Bank Rakyat Indonesia telah memberdayakan 43.789 klaster usaha hingga Maret 2026 melalui program Klasterku Hidupku, untuk memperkuat ekonomi akar rumput dan kesejahteraan masyarakat lokal.

BRI Berdayakan 43.789 Klaster Usaha, Kuatkan Ekonomi Akar Rumput Berkelanjutan

Pendahuluan

Jakarta, 24 April 2026 – Penguatan sektor riil menjadi fondasi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan menciptakan efek pengganda berkelanjutan bagi perekonomian daerah. Sejalan dengan arah pembangunan nasional Asta Cita, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) meluncurkan program Klasterku Hidupku untuk memberdayakan pelaku usaha lokal, memperkuat kemandirian pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pendekatan Berbasis Klaster untuk Ekonomi Akar Rumput

Pemberdayaan berbasis klaster adalah pendekatan yang mengelompokkan pelaku usaha berdasarkan sektor dan wilayah, sehingga mereka tidak hanya tumbuh secara individu, tetapi juga saling terhubung dalam ekosistem yang memperkuat kapasitas kolektif dan rantai nilai lokal. Hal ini memungkinkan pelaku usaha untuk mengakses sumber daya secara bersama-sama, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan daya saing produk di pasar lokal maupun nasional.

Statistik Pemberdayaan Klaster Hingga Maret 2026

Hingga Maret 2026, BRI telah berhasil membina 43.789 klaster usaha yang didukung oleh sekitar 3 ribu kegiatan pemberdayaan, mulai dari pelatihan keterampilan, penyediaan sarana dan prasarana produksi, hingga bantuan pemasaran. Upaya ini difokuskan pada sektor riil yang langsung menciptakan nilai tambah dan menggerakkan ekonomi daerah.

Sebesar 82,39% klaster yang dibina BRI berada pada sektor produksi, dengan sektor pertanian sebagai kontributor terbesar sebesar 48,26%. Sisanya 17,61% berasal dari sektor non-produksi. Kedua sektor ini menjadi motor utama penciptaan nilai tambah dan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.

Keterlibatan Langsung untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa program Klasterku Hidupku dirancang untuk mendampingi pelaku usaha, termasuk petani, agar dapat tumbuh secara berkelanjutan dan naik kelas.

"Pemberdayaan berbasis komunitas cenderung lebih efektif untuk UMKM karena menyasar tidak hanya aspek finansial, tetapi juga perilaku, kapasitas, dan jejaring usaha secara kolektif," ujar Akhmad.

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis klaster juga membuka peluang lahirnya komoditas unggulan bernilai tambah tinggi. "Melalui skema klaster, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat koneksi antar pelaku usaha dalam satu ekosistem yang saling mendukung, sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi secara kolektif," jelasnya.

Akses Keuangan dan Dukungan Terpadu

Selain pembinaan klaster, BRI juga memperluas akses keuangan di tingkat komunitas. Dari lebih dari 508 ribu anggota klaster, sekitar 87,7% telah memiliki rekening di BRI dan terhubung dengan fasilitas pembiayaan untuk mendukung keberlanjutan usahanya.

Lebih lanjut, inisiatif ini melengkapi berbagai program BRI lainnya yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan:

Peran BRI sebagai Agent of Development

Seluruh inisiatif ini dijalankan secara terpadu untuk memperkuat peran BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan nasional. Dengan pendekatan berbasis klaster, BRI tidak hanya membantu pelaku usaha meningkatkan pendapatan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan.

Dampak dari pemberdayaan klaster ini juga terlihat pada peningkatan kemandirian pangan, pemerataan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Barat.