BPS: Kinerja Jabar 2025 Lampaui Nasional, Dedi Mulyadi: Kerja Bersama
Badan Pusat Statistik mencatat kinerja pembangunan Jawa Barat 2025 melampaui nasional. Gubernur Dedi Mulyadi menyebut capaian ini hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapatkan apresiasi dari data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang tahun 2025, dengan sejumlah indikator pembangunan yang melampaui rata-rata nasional. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan capaian positif ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kerjasama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
Dalam konferensi pers pada Selasa (2/6/2026), Dedi menegaskan bahwa setiap tahap pembangunan, mulai dari tingkat RT dan RW hingga kepala desa, camat, dan bupati, turut berkontribusi dalam kesuksesan ini.
"Itu kan bukan kinerja saya. Itu kinerja dari mulai tingkat RT RW, kepala desa, camat, bupati dan seluruh jajaran. Bahwa apa yang dilakukan selama ini sudah selaras dengan apa yang menjadi tuntutan dan kebutuhan publik," ujar Dedi.
Performa Indikator Pembangunan Utama Jawa Barat 2025
BPS mencatat sejumlah indikator utama pembangunan Jabar yang menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan rata-rata nasional:
- Inflasi: Mencapai 0,99 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,35 persen. Angka ini menunjukkan stabilitas harga barang dan jasa di Jabar yang lebih baik, membantu menjaga daya beli masyarakat.
- Pertumbuhan Ekonomi: Meningkat sebesar 0,37 persen, dengan selisih kenaikan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan dinamika ekonomi Jabar yang lebih tangguh.
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Turun sebesar 0,10 persen, performa yang lebih baik dibandingkan capaian nasional dan provinsi besar lain di Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Ini menandakan penyerapan tenaga kerja yang lebih efektif di Jabar.
- Kemiskinan: Angka kemiskinan Jabar turun sebesar 0,30 persen, penurunan yang lebih signifikan dibandingkan provinsi tetangga dan DKI Jakarta. Hal ini menunjukkan distribusi pembangunan yang lebih merata di wilayah ini.
- Ketimpangan Pendapatan: Tingkat Gini ratio turun 0,03 poin, melampaui penurunan ketimpangan secara nasional. Ini menandakan pengurangan kesenjangan pendapatan yang lebih baik di Jabar.
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat 0,98 poin, menjadi kenaikan tertinggi di seluruh Indonesia. Peningkatan ini mencerminkan investasi yang signifikan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan hidup layak di Jabar.
Tanggapan dan Rencana Mulyadi ke Depan
Meskipun puas dengan capaian ini, Dedi Mulyadi menilai bahwa performa ini belum sepenuhnya menggembirakan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jabar akan terus berfokus pada penguatan aspek investasi dan penciptaan lapangan kerja yang masih membutuhkan perhatian lebih. "Saya sudah bilang sabar dulu soal investasi. Nanti akan mulai bekerja. Jumat kita meresmikan pabrik sepatu, beberapa bulan lagi akan meresmikan beberapa pabrik karena saat saya rintis mereka bisa bangun, bisa produksi, mereka bisa kerja," jelas Dedi. Ia menambahkan bahwa langkah ini diharapkan dapat memperluas manfaat pembangunan Jabar ke lebih banyak masyarakat, terutama dalam menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas dan meningkatkan investasi di berbagai sektor.
Analisis Dampak dan Tantangan ke Depan
Performa yang melampaui nasional ini memberikan dampak positif bagi ekonomi dan masyarakat Jabar. Stabilitas inflasi yang lebih rendah membantu menjaga daya beli masyarakat, sementara penurunan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan menunjukkan bahwa pembangunan di Jabar lebih merata. Peningkatan IPM yang tertinggi di Indonesia juga menandakan bahwa investasi dalam sumber daya manusia telah memberikan hasil yang signifikan. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam meningkatkan investasi dan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Dengan rencana untuk meresmikan sejumlah pabrik dalam waktu dekat, pemerintah Jabar berharap dapat mengatasi tantangan ini dan memperkuat posisi Jabar sebagai provinsi dengan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.