BPBD Tasikmalaya Gencarkan Edukasi Cegah Karhutla Jelang Musim Kemarau
BPBD Tasikmalaya gencar edukasi masyarakat antisipasi karhutla jelang musim kemarau dengan menyebarluaskan imbauan dan langkah preventif di 351 desa.

Edukasi dan Sosialisasi sebagai Langkah Preventif
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, berkomitmen melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah preventif menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau tahun ini. Langkah ini dianggap strategis untuk meminimalkan risiko bencana yang kerap terjadi saat musim kering berkepanjangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, menegaskan bahwa musim kemarau memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya kekeringan yang perlu diwaspadai, melainkan juga potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan kerugian besar baik secara material maupun lingkungan.
"Kami berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat agar selalu waspada terutama pada musim kemarau dapat menyebabkan bencana mulai kekeringan dan kurangnya pasokan air bersih, meski kondisi sekarang hujan masih terjadi," jelas Roni AKS.
Area Berisiko Tinggi dan Sedang di 39 Kecamatan
Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran hutan dan lahan di wilayah Tasikmalaya tersebar di 351 Desa yang tersebar di 39 Kecamatan. Kondisi ini menunjukkan cakupan wilayah yang cukup luas dan memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak. Tingginya tingkat risiko di sebagian besar kecamatan menjadi perhatian utama BPBD dalam upaya mitigasi bencana.
District dan desa-desa yang memiliki status risiko tinggi dan sedang ini menjadi fokus utama dalam program edukasi dan sosialisasi. BPBD berharap masyarakat dapat memahami bahaya karhutla dan cara pencegahannya sejak dini.
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD Tasikmalaya mengeluarkan beberapa imbauan penting kepada masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan:
- Menghindari pembakaran sampah di area hutan dan lahan
- Tidak membuang puntung rokok sembarangan
- Menghindari praktik membuka lahan dengan cara membakar
- Segera melapor kepada petugas jika menemukan kebakaran
Imbauan ini dianggap krusial mengingat kebiasaan masyarakat yang masih banyak melakukan pembakaran terbuka. Tanpa kesadaran kolektif, upaya preventif dari pemerintah akan sulit maksimal.
Dukungan BBKSDA Wilayah VI Jawa Barat
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah VI Jawa Barat turut mendukung upaya pencegahan karhutla di Tasikmalaya. Kepala Seksi BBKSDA Wilayah VI, Sarif Hidayat, menyatakan bahwa kemarau tahun ini memicu kekeringan hingga krisis air bersih di beberapa wilayah.
BMKG memprediksi fenomena El Nino akan memberikan dampak signifikan mulai bulan Juni. Hal ini memerlukan kesiapsiagaan ekstra dari seluruh masyarakat. BBKSDA sendiri aktif melakukan edukasi kepada masyarakat dan patroli rutin untuk mencegah terjadi kebakaran hutan dan lahan.
"Fenomena sudah mulai terasa sejak bulan Maret hingga Juni tapi curah hujan masih terjadi meski sebagian daerah sudah mengering," papar Sarif Hidayat.
Kolaborasi Antar Instansi Jadi Kunci
Keberhasilan upaya pencegahan karhutla di Tasikmalaya memerlukan sinergi antara BPBD, BBKSDA, pemerintah daerah, dan masyarakat. Masing-masing pihak memiliki peran vital dalam memutus mata rantai kebakaran hutan dan lahan. Tanpa partisipasi aktif masyarakat, upaya preventif pemerintah akan kurang optimal.
Musim kemarau yang diprediksi lebih panjang tahun ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk tetap vigilance dan menerapkan langkah-langkah preventif sejak dini. Kesadaran kolektif inilah yang akan menentukan keberhasilan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Tasikmalaya.