WhatsApp Pasang Pendeteksi Penipuan di Android, Enkripsi Privasi Pengguna Tetap Terjaga
WhatsApp menguji coba fitur Scam Alert untuk mendeteksi penipuan di aplikasi. Fitur ini berjalan secara lokal di perangkat dan tidak merusak enkripsi pengguna.

WhatsApp kini memiliki fitur keamanan baru bernama Scam Alert yang dirancang untuk memperingatkan pengguna ketika terdeteksi percakapan mencurigakan di dalam aplikasi. Fitur ini sudah mulai diuji coba secara bertahap bagi sebagian pengguna Android yang bergabung dalam program beta.
Scam Alert bekerja dengan memindai isi obrolan untuk mencari indikasi penipuan. Namun Meta mengklaim sistem klasifikasi ini sepenuhnya ditenagai model machine learning yang berjalan secara lokal di perangkat pengguna. Tidak ada konten pesan yang dikirim ke server eksternal untuk diproses.
"Tidak ada konten pesan yang keluar dari perangkat untuk diklasifikasikan, dan sistem juga tidak melaporkannya secara otomatis ke WhatsApp, Meta, atau siapa pun," jelas Meta dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Ikan Tak Dikenal Muncul di Bihar Usai Banjir Nepal, Pemerintah Larang Warga Konsumsi
Menurut catatan Meta, pendekatan on-device ini menjaga sistem enkripsi ujung-ke-ujung bawaan WhatsApp tetap utuh. Seluruh proses analisis terjadi di dalam perangkat, bukan di cloud.
Fitur ini bersifat opsional dan tidak aktif secara otomatis setelah diinstal. Pengguna yang ingin menggunakannya harus menyalakan sakelar secara manual melalui menu Settings > Account di perangkat Android mereka.
Hingga saat ini, pihak WhatsApp belum mengumumkan jadwal pasti kapan Scam Alert akan dirilis untuk publik secara global. Pengujian beta menjadi tahap awal sebelum fitur ini diperluas ke lebih banyak pengguna.