Bandara Husein Sastranegara Tutup Empat Jam Akibat Abu Vulkanik, 1.344 Penumpang Terdampak
Bandara Husein Sastranegara ditutup hampir empat jam akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, 8 penerbangan dibatalkan dan 1.344 penumpang terdampak.

Sebanyak 1.344 calon penumpang harus mengubah rencana perjalanan mereka setelah Bandara Husein Sastranegara ditutup selama hampir empat jam, Minggu (6/9/2026). Penutupan dimulai pukul 12.07 dan berakhir pukul 16.00 WIB.
Bandara untuk sementara tidak menerima maupun mengirim pesawat. Delapan penerbangan dihentikan, empat kedatangan dan empat keberangkatan. Rute yang terdampak meliputi Bali, Balikpapan, dan Surabaya.
Keputusan penutupan berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia yang mendeteksi indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di ruang udara sekitar bandara. Abu vulkanik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.
Baca Juga: Ruang Putih Bandung Konsepkan Persahabatan sebagai Ukuran Keberhasilan Sejak 2010
InJourney Airports menerapkan prosedur Service Recovery Action selama bandara terdampak. Petugas disiagakan untuk memberikan informasi pembaruan dan menyediakan makanan serta minuman ringan bagi penumpang yang terjebak di bandara.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi.
"Sesuai NOTAM terbaru, Bandara Husein Sastranegara ditutup sementara demi keselamatan penerbangan," katanya.
Baca Juga: Tiga Pemain Abroad Cedera, Persib Tetap Tancap Gas Ladeni PSM di GBLA
Penumpang diminta memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing dan mengecek ulang status penerbangan sebelum ke bandara. Opsi perjalanan lain seperti kereta api Whoosh bisa menjadi alternatif bagi yang belum terlanjur berada di bandara.
Penutupan Bandara Husein Sastranegara pada pertengahan September 2026 bukan pertama kalinya bandara ini berhenti beroperasi. Pada kejadian sebelumnya, penumpang juga dialihkan ke moda transportasi lain saat penutupan mendadak terjadi.
Penutupan berakhir sesuai jadwal pada pukul 16.00 WIB setelah kondisi ruang udara dinyatakan aman.Operations bandara selanjutnya bergantung pada perkembangan sebaran abu vulkanik dan pemberitahuan resmi dari AirNav Indonesia.