Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BMKG Sebut Musim Kemarau Jawa Barat Lebih Cepat dan Lebih Panjang

Bandung · Oleh Nayla Putri ·

BMKG mengungkapkan sebagian besar wilayah Jawa Barat memasuki musim kemarau lebih cepat dan lebih panjang dari normal, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus.

BMKG Sebut Musim Kemarau Jawa Barat Lebih Cepat dan Lebih Panjang

Musim Kemarau Jawa Barat Tahun Ini Lebih Cepat dan Lebih Panjang, Menurut BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan terkait musim kemarau di Jawa Barat tahun ini, yang menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah telah memasuki fase kemarau lebih awal dan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Waktu Penyebaran Musim Kemarau di Berbagai Wilayah

Prakirawan Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Vivi Indhira, menjelaskan bahwa beberapa wilayah sudah memasuki musim kemarau sejak bulan April, yaitu Karawang Tengah, Subang Tengah, dan sebagian wilayah Indramayu. Sementara itu, sekitar 56 persen wilayah Jawa Barat diperkirakan akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei. Wilayah yang akan memasuki musim kemarau pada bulan Juni meliputi sebagian besar Kabupaten Bogor, Sukabumi Utara, Cianjur Tengah, hingga Kota Bandung.

Perbandingan dengan Kondisi Normal Musim Kemarau

Secara keseluruhan, sekitar 66 persen wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami musim kemarau lebih cepat dibandingkan tahun normal, sedangkan 25 persen memasuki musim kemarau sesuai jadwal yang biasanya terjadi. Sisanya, yaitu 7 persen wilayah, akan memasuki musim kemarau lebih lambat dari jadwal normal. Selain itu, BMKG juga menambahkan bahwa kondisi musim kemarau tahun ini cenderung lebih kering, dengan sekitar 93 persen wilayah di Jawa Barat mengalami tingkat kemarau di bawah rata-rata tahun sebelumnya.

Puncak Musim Kemarau dan Durasi yang Melebihi Normal

Puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus, yang akan memengaruhi sekitar 90 persen wilayah Jawa Barat. Sebagian kecil wilayah lainnya akan mengalami puncak musim kemarau pada bulan Juli dan September. Selain datang lebih awal, durasi musim kemarau di wilayah ini juga diprediksi lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menambah risiko kekeringan yang lebih lama bagi masyarakat dan sektor pertanian.

Imbauan BMKG untuk Antisipasi Dampak

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat umum untuk mengambil langkah antisipatif guna mengurangi dampak kekeringan. Langkah yang disarankan meliputi: