Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BMKG Bandung: Waspada Cuaca Ekstrem di Peralihan Musim Hujan

Bandung · Oleh Nayla Putri ·

BMKG Bandung imbau warga waspadai cuaca ekstrem selama peralihan musim hujan ke kemarau, termasuk hujan lebat, petir, angin kencang, dan hujan es.

BMKG Bandung: Waspada Cuaca Ekstrem di Peralihan Musim Hujan

Pendahuluan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung, Jawa Barat, telah mengeluarkan imbauan serius kepada masyarakat untuk waspada terhadap fenomena cuaca ekstrem selama periode peralihan musim hujan ke musim kemarau. Kepala Stasiun BMKG Bandung Teguh Rahayu menjelaskan bahwa periode ini ditandai dengan melemahnya angin baratan yang biasanya membawa curah hujan tinggi selama musim hujan, serta masuknya angin timuran yang lebih kering. Perubahan pola angin ini memicu ketidakstabilan atmosfer yang signifikan, yang dapat berubah menjadi cuaca ekstrem dalam waktu singkat.

Karakteristik Cuaca Ekstrem Selama Peralihan Musim

Menurut Teguh, fenomena cuaca ekstrem selama periode ini biasanya memiliki pola yang konsisten. Awalnya, wilayah akan dilanda cuaca panas dan gerah akibat pengaruh angin timuran yang kering. Namun, ketidakstabilan atmosfer yang tercipta akan menyebabkan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang masif dalam waktu singkat. Ketika awan ini mencapai ketinggian dengan suhu sangat dingin, ia akan melepaskan curah hujan lebat yang disertai petir, kilat, dan angin kencang.

"Fenomena ini biasanya diawali dengan cuaca panas dan gerah, kemudian terjadi hujan lebat secara tiba-tiba disertai petir dan angin kencang," ujar Teguh dalam keterangannya di Bandung, Senin.

Insiden Cuaca Ekstrem pada Akhir Pekan Kemarin

BMKG mencatat bahwa pada Jumat (3/4), sebagian wilayah Bandung Raya dilanda hujan es akibat pembentukan awan Cumulonimbus sejak pukul 12.00 WIB. Kecepatan angin saat kejadian tercatat mencapai 42,6 km/jam, yang cukup kuat untuk menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik wilayah. Teguh menjelaskan bahwa hujan es terbentuk ketika uap air terbawa oleh arus udara naik (updraft) ke puncak awan yang memiliki suhu di bawah nol derajat Celsius. Uap air ini kemudian membeku menjadi butiran es, dan jatuh ke permukaan bumi ketika arus udara naik melemah dan tidak mampu menahan berat butiran es.

Imbauan dan Langkah Antisipasi untuk Masyarakat

Sebagai langkah antisipasi dini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat timbul akibat cuaca ekstrem, antara lain:

Selain itu, Teguh juga menekankan agar masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang berisiko runtuh saat cuaca ekstrem terjadi. Masyarakat juga disarankan untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG melalui kanal resmi, seperti situs web, aplikasi, atau media sosial.

Kesimpulan

Periode peralihan musim hujan ke musim kemarau adalah momen yang rentan terhadap cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung. Meskipun fenomena ini terjadi setiap tahun, intensitas dan frekuensi cuaca ekstrem dapat bervariasi tergantung pada kondisi atmosfer global dan lokal. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dini dan kepatuhan terhadap imbauan dari BMKG sangat penting untuk mengurangi risiko kerusakan dan korban jiwa.