Bluebird Capai Pendapatan Rp5,7 Triliun di 2025: Tumbuh 13,2% Tahunan
PT Blue Bird Tbk mencatatkan pendapatan Rp5,7 triliun di 2025, tumbuh 13,2% YoY, didukung peningkatan layanan digital dan armada listrik di kota seperti Bandung.

PT Blue Bird Tbk (kode saham: BIRD) telah mencatatkan kinerja keuangan terbaik sejak munculnya disrupsi teknologi industri mobilitas pada tahun buku 2025. Perseroan membukukan pendapatan total sebesar Rp5,7 triliun, dengan pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 13,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini tidak hanya berasal dari lini bisnis taksi tradisional, tetapi juga didukung oleh kinerja solid di segmen non-taksi, yang secara kolektif meningkatkan kontribusi masing-masing bagian terhadap pencapaian target perusahaan.
Selain pendapatan, Bluebird juga menunjukkan peningkatan signifikan di sisi profitabilitas. Perusahaan mencatat EBITDA sebesar Rp1,34 triliun dan laba bersih sebesar Rp643,4 miliar, keduanya tumbuh dibandingkan capaian tahun 2024. Pencapaian ini menandakan bahwa Bluebird tidak hanya berhasil bertahan di tengah persaingan ketat industri mobilitas, tetapi juga mampu tumbuh melebihi kinerja sebelum era kehadiran ride-hailing, berkat konsistensi dalam menjaga kualitas layanan sebagai fondasi utama bisnis.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, dan pengembangan kapabilitas digital. "Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan Mobility-as-a-Service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda," ujarnya.
Langkah Kunci yang Mendorong Pertumbuhan Pendapatan
Perusahaan mencapai pertumbuhan ini melalui beberapa langkah strategis yang terencana, antara lain:
- Ekspansi Armada dan Jaringan Operasional: Bluebird menambahkan sekitar 1.800 armada sepanjang 2025, membawa total armada ke lebih dari 26.000 unit, termasuk armada listrik. Perusahaan juga meningkatkan jumlah pool operasional menjadi 58 lokasi dan memperluas pangkalan layanan ke lebih dari 1.300 titik strategis di berbagai kota di Indonesia, termasuk Bandung. Peremajaan armada secara bertahap juga dilakukan untuk meningkatkan standar layanan dan efisiensi operasional.
- Penguatan Kanal Digital: Aplikasi MyBluebird, sebagai platform utama pemesanan layanan Bluebird, mencatatkan peningkatan jumlah pengguna lebih dari 30 persen sepanjang tahun 2025. Kontribusi pemesanan melalui aplikasi kini mencapai sekitar 40% dari total transaksi, menjadikannya pilihan utama bagi pelanggan untuk mengakses layanan Bluebird. Selain itu, fitur Fixed Price yang menawarkan tarif tetap tanpa kejutan harga menunjukkan pertumbuhan penggunaan hingga dua kali lipat, yang menunjukkan bahwa pelanggan sangat menghargai transparansi tarif yang ditawarkan oleh fitur ini.
Komitmen Keberlanjutan dan ESG
Bluebird tidak hanya fokus pada pertumbuhan finansial, tetapi juga mempertahankan komitmen terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan (ESG). Sepanjang tahun 2025, perusahaan menambah armada kendaraan listrik yang dioperasikan melalui layanan Bluebird dan Goldenbird di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk mengurangi jejak karbon dan mendukung transisi energi di industri mobilitas.
Di sisi sosial, Bluebird terus menjalankan berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, seperti:
- Program Kartini Bluebird yang memberikan dukungan kepada istri dan anak wanita pengemudi
- Beasiswa Bluebird Peduli untuk anak-anak pengemudi dan karyawan
- Program umrah bagi mitra pengemudi dan karyawan
Secara keseluruhan, program-program ini telah menjangkau lebih dari 70.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia. Usaha ini juga mendapatkan pengakuan dari pasar modal, dengan Bluebird konsisten tercatat sebagai bagian dari indeks ESGQ 45 IDX KEHATI dan ESG SL IDX KEHATI.
Strategi Akselerasi untuk Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, Bluebird telah menetapkan arah strategi baru yang berfokus pada akselerasi pertumbuhan, dengan slogan "Gerak Cepat, Layan Tepat, Tumbuh Pesat". Strategi ini disusun sebagai respons terhadap dinamika industri mobilitas yang terus berubah dan ekspektasi pelanggan yang semakin beragam. Beberapa fokus utama dari strategi 2026 meliputi:
- Ekspansi ke Kota Strategis: Bluebird akan memperluas jaringan operasional ke kota-kota strategis yang memiliki potensi pertumbuhan mobilitas tinggi, dengan menyesuaikan layanan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
- Pengembangan Layanan Fleksibel: Perusahaan akan mengembangkan model layanan yang lebih fleksibel untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan, mulai dari perjalanan harian hingga perjalanan jarak jauh, tanpa mengorbankan standar keamanan dan kenyamanan.
- Optimalisasi Saluran Distribusi: Bluebird akan mengoptimalkan berbagai saluran distribusi, baik melalui kanal digital milik sendiri seperti aplikasi MyBluebird, maupun kemitraan dengan platform digital dan titik layanan di lokasi strategis untuk meningkatkan jangkauan layanan.
- Penguatan Human Connection: Perusahaan akan terus fokus pada peran para garda terdepan, termasuk pengemudi dan tim customer response, yang menjadi jantung dari pengalaman layanan pelanggan. Bluebird akan terus memberikan pelatihan dan dukungan kepada para mitra untuk meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan pelanggan.
Andre menekankan bahwa upaya ini tidak berfokus pada kompetisi harga, melainkan pada perluasan relevansi layanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin beragam. "Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, serta eksekusi yang tetap presisi. Dengan strategi yang disiplin dan adaptif, kami optimis terus hadir sebagai pilihan utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat," tutupnya.