Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Baznas Dorong Kemandirian ODGJ di Kuningan Lewat Usaha Batik Ciprat Rp50 Juta

Jabar · Oleh · · Diperbarui 22 Agustus 2026

BaznasRI salurkan bantuan modal Rp50 juta untuk kembangkan usaha Batik Ciprat yang pemberdayaan penyandang disabilitas mental di Kuningan,Jabar.

Baznas Dorong Kemandirian ODGJ di Kuningan Lewat Usaha Batik Ciprat Rp50 Juta

Program Batik Ciprat: Membangun Kemandirian ODGJ di Kuningan

Di sebuah yayasan kecil di Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, sekelompok orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menemukan jalan baru menuju kehidupan yang lebih bermakna. Mereka bukan sekadar menjadi penerima bantuan, tetapi telah bertransformasi menjadi pelaku usaha produktif melalui program Batik Ciprat.

Yayasan Antara Graha Berdaya menjadi rumah bagi para penyandang disabilitas mental yang tengah menjalani proses pemulihan. Di tempat ini, mereka tidak hanya mendapatkan perawatan, tetapi juga kesempatan untuk belajar keterampilan baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Baca Juga: Dexter Rui Amadeo Lolos Final OSN Geografi 2026, Bawa Nama Cianjur ke Tingkat Nasional

Pemberdayaan Lewat Keterampilan Membatik

Program kelompok disabilitas berdaya yang digagas Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) telah memberikan dampak signifikan bagi para warga binaannya. Pelatihan keterampilan membatik menjadi salah satu pendekatan yang dipilih karena mampu mengasah ketelitian, kesabaran, dan kreativitas peserta.

"Pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif merupakan wujud pemanfaatan dana zakat yang tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang," tegas Saidah Sakwan, Pimpinan Baznas RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah.

Baca Juga: 32 Petani Desa Mekarsari Terancam BI Checking Imbas Program Singkong Fiktif

"Setiap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan dan penghasilan, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri serta kemampuan bersosialisasi sebagai bagian dari proses pemulihan."

Bantuan Modal Rp50 Juta untuk Keberlanjutan Usaha

Untuk memastikan program berjalan optimal, Baznas RI telah menyalurkan bantuan modal usaha senilai Rp50 juta bagi pengembangan usaha Batik Ciprat. Kunjungan monitoring dan evaluasi dilakukan langsung oleh Saidah Sakwan beserta Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan.

Bantuan ini bukan sekadar dana, tetapi juga bentuk kepercayaan bahwa kelompok disabilitas memiliki potensi yang seharusnya tidak disepelekan. Dengan modal yang memadai, diharapkan produksi batik dapat meningkat tanto dari segi kualitas maupun kuantitas.

Komitmen Baznas dalam Pemberdayaan Kelompok Rentan

Saidah Sakwan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Yayasan Antara Graha Berdaya dalam mendampingi para penyandang disabilitas mental. Baginya, pendampingan yang tepat menjadi kunci agar para peserta dapat hidup lebih mandiri.

"Kami sangat apresiasi dedikasi Yayasan Antara Graha Berdaya. Ke depan, insyaallah akan ada program-program lanjutan dari Baznas yang diintegrasikan untuk memperkuat Kelompok Disabilitas Berdaya di sini agar keberlanjutan ekonomi mereka tetap terjaga," jelas Saidah saat kunjungan di Kuningan.

Pihaknya menegaskan, Baznas berkomitmen mengawal program pemberdayaan tersebut agar tidak sekadar berjalan sesaat, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi para penerimanya.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pemerintah desa. Lukman Mulyadi, Kepala Desa Tambakbaya, menilai perhatian Baznas tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berdampak positif terhadap kondisi psikologis para warga binaannya.

"Kami sangat berterima kasih kepada Baznas RI dan Baznas Kabupaten Kuningan atas kepedulian nyata melalui bantuan modal usaha ini. Ini membuktikan bahwa kelompok disabilitas juga mampu berdaya jika diberikan kesempatan," ucap Lukman.

Ia menambahkan, selama ini yayasan bertahan berkat semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak. Karena itu, bantuan modal usaha dari Baznas menjadi dukungan semangat sekaligus penguat bagi keberlangsungan program pemberdayaan.

Cita-cita Keberlanjutan Ekonomi

Ke depan, Saidah berharap sinergi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat terus diperkuat agar program pemberdayaan bagi kelompok rentan dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerimanya.

Program Batik Ciprat di Kuningan ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, kelompok yang selama ini dianggap "tidak mampu" justru dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Mereka tidak hanya mengubah kain menjadi karya seni, tetapi juga mengubah persepsi masyarakat tentang kemampuan ODGJ.