Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bantuan Sewa Rumah! Pemkab Bandung Respons Cepat Korban Longsor Arjasari

Bandung · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pemkab Bandung berikan bantuan sewa rumah 3 bulan untuk 28 KK korban longsor Arjasari. Solusi cepat sambil menunggu asesmen komprehensif area terdampak.

Bantuan Sewa Rumah! Pemkab Bandung Respons Cepat Korban Longsor Arjasari

Pemkab Bandung Beri Solusi Sementara bagi Korban Longsor Arjasari

BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Sebanyak 28 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban longsor di Arjasari kini mendapatkan bantuan hunian sementara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, menjelaskan bahwa bantuan ini berupa biaya sewa rumah selama tiga bulan. "Sebanyak 28 kepala keluarga yang terdampak longsor Arjasari mendapatkan bantuan sewa rumah selama tiga bulan," ujar Cakra dalam keterangannya di Bandung, Senin.

Bantuan ini diberikan sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu proses _asesmen_ menyeluruh terhadap kondisi area terdampak. Tim gabungan sedang melakukan kajian mendalam terkait kondisi rumah, fasilitas sosial, dan fasilitas umum di kawasan tersebut.

Tindakan Komprehensif Pasca-Bencana

Tidak hanya hunian sementara, Pemkab Bandung juga memberikan berbagai bentuk dukungan lain untuk meringankan beban para korban longsor. Langkah-langkah tersebut meliputi:

Pembelajaran dan Mitigasi Bencana

Peristiwa longsor di Arjasari ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan urgensi mitigasi bencana. Cakra Amiyana menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pembelajaran berharga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

"Bencana longsor tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih peka dalam mengantisipasi kejadian bencana di kemudian hari."

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar-sektor. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga dinilai krusial untuk memastikan bahwa kemajuan ekonomi tidak mengorbankan kelestarian lingkungan. Keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan menjadi kunci untuk mencegah terulangnya bencana serupa.