Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bantuan BRI: 600 Huntara untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

600 unit Hunian Danantara (Huntara) resmi diserahkan di Aceh Tamiang, menandai langkah signifikan pemulihan pascabencana. Kolaborasi BUMN, termasuk BRI, menghadirkan hunian lengkap fasilitas dasar serta program trauma healing, menjangkau 125.250 jiwa terdampak.

Bantuan BRI: 600 Huntara untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

Kolaborasi BUMN Pulihkan Aceh Tamiang: 600 Huntara Diserahkan untuk Korban Bencana

Aceh Tamiang, 8 Januari 2026 – Harapan baru membuncah di tengah puing-puing bencana di Aceh Tamiang. Sebanyak 600 unit Hunian Danantara (Huntara), hasil kolaborasi apik antara BUMN dan pemerintah, resmi diserahkan kepada masyarakat terdampak di Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru. Penyerahan simbolis ini menjadi tonggak penting dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut.

Pada Kamis, 8 Januari 2026, seremoni penyerahan Huntara digelar dengan khidmat. Managing Director Danantara, Rohan Hafas, menyerahkan secara langsung kunci-kunci harapan ini kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Momen bersejarah ini disaksikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, dan sejumlah pejabat tinggi BUMN lainnya, menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk bahu-membahu membangun kembali kehidupan warga.

Desain Berbasis Kebutuhan dan Keberlanjutan

Menurut Rohan Hafas, Huntara ini dirancang tidak hanya sebagai tempat berlindung sementara, melainkan juga sebagai katalisator pemulihan komunitas. Setiap unit Huntara dibangun memenuhi standar kelayakan hunian darurat yang komprehensif. Ini mencakup:

Lebih dari sekadar hunian, kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas umum penunjang aktivitas sosial dan ekonomi, seperti klinik kesehatan, taman bermain anak, serta akses internet dan listrik gratis. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan psikologis dan sosial warga, tidak hanya fisik.

Sinergi BUMN dalam Program BUMN Peduli

Pembangunan tahap pertama Huntara ini merupakan buah kolaborasi strategis BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia dan merupakan bagian dari payung program BUMN Peduli. Berbagai bank BUMN, termasuk BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI, turut mengerahkan sumber daya signifikan, mulai dari pembiayaan hingga pemenuhan kebutuhan logistik. Sinergi ini menunjukkan bahwa kekuatan kolektif BUMN dapat menjadi motor penggerak utama dalam respons bencana dan rehabilitasi sosial.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa partisipasi BRI dalam pembangunan Huntara menegaskan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung pemulihan pascabencana. "Kami berharap masyarakat terdampak bencana dapat menempati Huntara dengan nyaman dan aman. Harapannya, Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat," ujar Dhanny, menekankan visi jangka panjang di balik bantuan ini.

Kontribusi Humaniter BRI Group: Angka dan Dampak Nyata

Hingga 9 Januari 2026, jangkauan bantuan kemanusiaan dari BRI Group telah sangat luas, dengan 60 aksi tanggap darurat di berbagai wilayah Sumatera dan pengaktifan 10 posko bencana. Data menunjukkan skala kontribusi yang masif:

Secara keseluruhan, program kemanusiaan BRI Group ini telah menjangkau 125.250 jiwa penerima manfaat. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kehidupan yang disentuh dan dibantu untuk kembali bangkit.

Posko Bantuan Terpadu: Lebih dari Sekadar Logistik

Posko bencana yang didirikan oleh BRI tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi logistik. Posko ini juga menyediakan layanan kesehatan dasar, dapur umum, dan yang tak kalah penting, program Trauma Healing Anak. Bekerja sama dengan mitra komunitas, program ini rutin dilaksanakan untuk membantu anak-anak pulih dari dampak psikologis bencana. Kehadiran posko-posko ini menjadi pusat pemulihan terpadu, khususnya pada fase krusial pascabencana, di mana dukungan emosional dan psikologis sangat dibutuhkan.

Kolaborasi ini menegaskan pentingnya peran sektor swasta, khususnya BUMN, dalam agenda pembangunan nasional dan respons terhadap krisis. Ini adalah bukti bahwa dengan sinergi yang kuat, masyarakat yang terdampak bencana dapat bangkit lebih cepat dan lebih resilient.