Bansos Akan Terintegrasi dengan Cooperativa Merah Putih, Ini Rincian Skemanya
Kemensos tengah merancang integrasi penyaluran bansos melalui Cooperativa Merah Putih. Penerima manfaat didorong jadi anggota dan dapat menjual produk melalui jaringan cooperativa.

Kementerian Sosial terus mengambil langkah strategis dalam implementasi Program Cooperativa Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Salah satu rencana besar yang tengah digodok adalah mengintegrasikan penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui ekosistem KDMP yang tersebar di seluruh Indonesia.
Kemensos Dukung Penuh Program Cooperativa Merah Putih
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul setelah mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, belum lama ini. Rapat membahas penguatan implementasi Program KDMP yang merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.
Baca Juga: KDM Tegaskan Belum Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun ke SMI
Gus Ipul menegaskan, Kemensos tidak sekadar mendukung program, tetapi turut mendorong agar penerima manfaat bansos secara aktif menjadi anggota KDMP. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga kurang mampu.
"Kementerian Sosial turut berpartisipasi dalam mendorong penerima manfaat untuk aktif menjadi anggota Cooperativa Desa/Kelurahan Merah Putih," tegas Gus Ipul.
Skema Pemberdayaan Ekonomi bagi Penerima Bansos
Rencana integrasi bansos dengan KDMP bukan sekadar soal mekanisme pencairan dana. Kemensos melihat KDMP sebagai sarana pemberdayaan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat.
Baca Juga: Pembangunan PLTS Saguling Capai 47 Persen, Ditarget Beroperasi April 2027
Nantinya, berbagai produk yang dihasilkan oleh penerima bantuan diharapkan dapat dipasarkan melalui jaringan cooperativa. Hal ini bertujuan memberikan nilai tambah bagi perekonomian mereka.
"Dalam rangka pemberdayaan, diharapkan nanti penerima manfaat bisa menjual produk-produknya ke Cooperativa Desa/Kelurahan Merah Putih," jelas Gus Ipul.
Mekanisme Penyaluran Bansos Melalui KDMP
Salah satu inovasi yang tengah dikaji adalah penyaluran bantuan sosial langsung melalui KDMP. Dalam skema ini, masyarakat tidak hanya bisa mengambil dana bansos di cooperativa, tetapi juga memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui unit usaha yang tersedia.
Program bantuan yang berpotensi menggunakan mekanisme tersebut meliputi:
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
- Program Keluarga Harapan (PKH)
Selama ini, kedua program tersebut disalurkan melalui transfer tunai ke rekening penerima. Ke depan, integrasi dengan KDMP diharapkan dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi penerima manfaat.
Uji Coba D jalankan di Sejumlah Wilayah
Untuk memastikan keberhasilan program, Kemensos bersama Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Kewirausahaan saat ini masih melakukan uji coba di beberapa wilayah. Keberadaan layanan perbankan Himbara di KDMP menjadi faktor pendukung utama dalam realisasi skema ini.
"Ya, nanti ini sekarang lagi dicobakan di beberapa tempat. Mudahmudaha nanti kalau semuanya siap, baik infrastrukturnya, sumber daya manusianya, maupun komoditasnya, Cooperativa Desa/Kelurahan Merah Putih bisa berjalan," terang Gus Ipul.
Penerapan Bertahap dan Terukur
Gus Ipul menegaskan, implementasi penyaluran bansos melalui KDMP tidak akan dilakukan secara massal. Pemerintah akan menerapkannya secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing daerah.
Aspek-aspek yang menjadi pertimbangan meliputi:
- Kesiapan infrastruktur cooperativa
- Ketersediaan sumber daya manusia yang terlatih
- Kelengkapan komoditas atau produk yang dibutuhkan
"Dengan begitu warga lebih dekat bisa mengambil uangnya atau sekaligus membelanjakan nanti di Cooperativa Merah Putih," tutup Gus Ipul.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengintegrasikan program perlindungan sosial dengan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Nantinya, KDMP diharapkan menjadi wadah menyeluruh yang tidak hanya menyalurkan bansos, tetapi juga meningkatkan kapasitas ekonomi penerima manfaat.