Banjir di Semarang dan Jakarta, KAI Daop 2 Bandung Batalkan 4 Perjalanan Kereta Api
Banjir di Daop4 Semarang dan Daop1 Jakarta menyebabkan KAI Daop2 Bandung membatalkan 4 KA jarak jauh (Papandayan, Ciremai, 2 Parahyangan). Penumpang terdampak bisa refund tiket 100% (tanpa biaya pemesanan) dalam 7 hari via loket atau Contact Center KAI 121.

Update Terbaru: Banjir Semarang-Jakarta Bikin KAI Daop 2 Bandung Batalkan 4 KA Jarak Jauh, Ini Cara Refund Tiket
Banjir yang terus meningkat di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta tidak hanya mengganggu operasi kereta api di wilayah tersebut, tapi juga berdampak pada kelancaran perjalanan KA jarak jauh yang beroperasi di Daop 2 Bandung. Kondisi genangan air di rel yang dilalui oleh KA dari Daop 2 Bandung menimbulkan keterlambatan yang sangat tinggi, sehingga KAI terpaksa melakukan rekayasa pola operasi, termasuk pembatalan sejumlah perjalanan KA untuk menjamin keselamatan dan keamanan penumpang.
Latar Belakang Dampak Banjir pada Operasi KA Daop 2 Bandung
Meskipun Daop 2 Bandung sendiri tidak mengalami banjir, namun banyak KA jarak jauh yang beroperasi dari wilayah ini harus melewati rute yang melalui Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta. Genangan air di rel-area tersebut menyebabkan kelambatan perjalanan yang bisa mencapai beberapa jam, sehingga mengganggu kestabilan operasional secara keseluruhan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang. KAI juga telah mengumumkan bahwa jalur Hilir Pekalongan-Sragi sudah bisa dilalui KA dengan kecepatan terbatas setelah banjir surut, namun dampak pada rute lintas wilayah masih terasa.
Daftar KA Jarak Jauh yang Dibatalikan di Daop 2 Bandung
KAI Daop 2 Bandung telah membatalkan empat perjalanan KA jarak jauh pada Minggu (18/1), yaitu:
- KA Papandayan dengan relasi Garut – Gambir
- KA Ciremai dengan relasi Bandung – Cikampek – Semarang Tawang
- Dua KA Parahyangan dengan relasi Bandung – Gambir
Alasan Pembatalan sebagai Langkah Preventif untuk Keselamatan Penumpang
Manager Humas Daerah KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa keputusan pembatalan ini diambil sebagai langkah preventif demi mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api.
"KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pembatalan perjalanan ini. Rekayasa pola operasi, termasuk pembatalan KA, dilakukan karena kelambatan yang sangat tinggi dan demi menjamin keselamatan serta keamanan perjalanan kereta api," ujar Kuswardojo.
Dia menambahkan bahwa potensi gangguan operasional sangat tinggi akibat kondisi prasarana yang terdampak genangan air di wilayah Daop yang dilalui, sehingga pembatalan adalah pilihan terbaik untuk menghindari risiko lebih besar bagi penumpang dan awak KA. Langkah ini juga bertujuan untuk menghindari keterlambatan beruntun yang bisa mempengaruhi jadwal perjalanan KA lainnya.
Cara Refund Tiket untuk Penumpang yang Terdampak
Bagi penumpang yang telah membeli tiket untuk KA yang dibatalikan, KAI menyediakan fasilitas refund tiket dengan ketentuan sebagai berikut:
- Refund dapat dilakukan melalui loket stasiun atau layanan pelanggan Contact Center KAI 121
- KAI akan mengembalikan bea tiket sebesar 100% (dikeluarkan dari bea pemesanan) sesuai ketentuan yang berlaku
- Proses refund harus dilakukan dalam batas waktu 7 hari (7 x 24 jam) sejak tanggal dan jam keberangkatan yang tertera pada tiket
Penumpang tidak perlu khawatir karena proses refund akan dilakukan dengan cepat dan transparan, selama memenuhi syarat yang ditetapkan.
Informasi Tambahan untuk Penumpang Sebelum Berpergian
Untuk menghindari ketidaknyamanan, penumpang disarankan untuk selalu memeriksa informasi terbaru tentang status perjalanan KA sebelum berangkat ke stasiun. Informasi terbaru dapat diperoleh melalui:
- Contact Center KAI 121
- WhatsApp KAI di nomor 081-122-233-121
- Media sosial resmi KAI (Instagram, Twitter, Facebook)
KAI juga menegaskan bahwa mereka akan terus memantau kondisi prasarana dan mengupdate informasi operasional KA secara berkala untuk memudahkan penumpang dalam merencanakan perjalanan. Penumpang diharapkan untuk tetap tenang dan mengikuti informasi dari sumber resmi agar tidak tertipu oleh informasi hoaks.