Banjir di Cirebon Meluas, 34 Keberangkatan Kereta Api Dibatalkan 18 Januari 2026
Banjir yang meluas di wilayah Cirebon dan sekitarnya menyebabkan 34 perjalanan kereta api di Daop 3 Cirebon dibatalkan. KAI menawarkan pengembalian tiket 100% dan alternatif rute untuk penumpang yang terdampak.

Update Terbaru Banjir di Cirebon: 34 KA Dibatalkan, Dampak pada Penumpang dan Langkah KAI
Banjir yang meluas di wilayah Cirebon dan sekitarnya telah mengganggu operasional kereta api di Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon. Hingga Minggu (19/1), total 34 perjalanan kereta api telah dibatalkan, sementara 7 KA lainnya diarahkan ke rute alternatif untuk menghindari lintasan yang terendam banjir.
Kisah Penumpang yang Terdampak: Menunggu Berjam-jam di Stasiun Cirebon
Salah satu penumpang yang terdampak adalah Aulia Fitriani, yang seharusnya berangkat ke Semarang pada pukul 11.51 WIB. Namun, hingga pukul 13.00 WIB, ia masih menunggu di Stasiun Cirebon tanpa informasi pasti tentang keberangkatan.
"Katanya ada banjir di Jakarta dan Pekalongan. Jadi kereta banyak yang terlambat. Saya memilih untuk tetap menunggu hari ini karena perlu segera ke Semarang," ujar Aulia.
Detail KA yang Dibatalkan dan Rute Alternatif
Menurut Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, 28 KA dibatalkan pada hari Minggu (19/1), ditambah 6 KA yang dibatalkan pada hari sebelumnya, sehingga total mencapai 34 perjalanan. Beberapa KA yang dibatalkan antara lain:
- KA 1B (Argo Bromo Anggrek Surabaya-Gambir)
- KA 17 (Argo Sindoro Semarang-Gambir)
- KA 29F (Argo Anjasmoro Surabaya-Gambir)
- KA 151 (Brantas Blitar-Pasar Senen)
- KA 217 (Kaligung Semarang-Cirebon)
- Dan 23 KA lainnya yang tercantum dalam daftar resmi KAI.
Selain itu, 7 KA diarahkan ke rute selatan untuk tetap dapat beroperasi, antara lain:
- KA 3 (Anggrek) memutar via Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Kroya-Cirebon
- KA 41 (Sembrani) memutar via rute yang sama dengan KA 3
- KA 92 (Jayabaya) memutar via Cirebon-Kroya-Solo Balapan-Surabaya Gubeng
Penyebab Gangguan Operasional Kereta Api
Gangguan operasional kereta api ini dimulai sejak Jumat (16/1) sekitar pukul 23.10 WIB, ketika genangan air merendam lintasan rel antara Stasiun Pekalongan dan Sragi di Kabupaten Pekalongan. Kondisi ini menyebabkan risiko keselamatan yang signifikan untuk perjalanan kereta api.
Selanjutnya, banjir meluas ke wilayah Daop 1 Jakarta, termasuk di Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Gudang, Jakarta Kota, dan lintasan antara Jakarta Kota-Tanjung Priok. Hal ini membuat gangguan operasional kereta api berlanjut hingga hari Minggu (19/1).
Langkah KAI untuk Menangani Dampak Banjir pada Penumpang
Untuk mengatasi dampak gangguan ini, KAI memberikan beberapa alternatif kepada penumpang:
- Pengembalian bea tiket sebesar 100%: Penumpang dapat mengajukan pengembalian tiket hingga tujuh hari sejak tanggal pembatalan, melalui loket stasiun atau Contact Center 121.
- Pertukaran jadwal keberangkatan: Penumpang dapat menukar tiket ke jadwal lain tanpa biaya tambahan, sesuai ketersediaan kursi.
- Informasi real-time: KAI terus memberikan update informasi tentang status perjalanan kereta melalui aplikasi KAI Access dan sosial media resmi.
Proses Normalisasi Lintasan Kereta Oleh KAI
Muhibbuddin menjelaskan bahwa KAI sedang melakukan pemantauan dan pemeriksaan teknis secara intensif untuk memastikan lintasan kereta aman untuk dilewati.
"Kami berupaya melakukan penanganan secara maksimal dengan mengerahkan petugas prasarana dan sarana untuk melakukan normalisasi lintasan dan penguatan badan jalan rel," ujar Muhibbuddin.
Tim KAI bekerja tanpa henti untuk membersihkan genangan air dan memperbaiki bagian lintasan yang rusak akibat banjir, agar operasional kereta api dapat kembali normal secepat mungkin.