Banjir dan Longsor Terjang Trenggalek, Jalur Bandung-Prigi Terputus
Hujan lebat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memicu tanah longsor dan banjir yang memutus akses utama Bandung-Prigi serta terdampak enam rumah warga. Tim gabungan BPBD, TNI, Polri beraksi cepat, dan BPBD mengimbau warga gunakan rute alternatif serta tetap waspada cuaca ekstrem.

Latar Belakang Kejadian Bencana di Trenggalek
Hujan berintensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Jumat (30/1) malam telah memicu dua jenis bencana hidrometeorologi sekaligus: tanah longsor dan banjir luapan. Kejadian ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga memutus akses transportasi vital yang menghubungkan wilayah daratan dengan pesisir selatan.
Dampak Bencana: Akses Vital Terputus dan Rumah Warga Terdampak
Akses utama Bandung-Prigi di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, menjadi salah satu korban utama dari tanah longsor ini. Material lumpur dan bebatuan dari tebing yang terbawa aliran air menutup badan jalan setinggi sekitar 40–50 sentimeter, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan apapun. Karena ruas ini merupakan jalur penghubung utama ke kawasan pesisir selatan Trenggalek, penutupan ini berdampak signifikan pada mobilitas warga dan distribusi logistik ke wilayah tersebut.
Selain blokade jalan, longsor juga memengaruhi permukiman warga. > "Luapan dari tebing tidak hanya menutup jalan, tetapi juga masuk ke permukiman warga. Sedikitnya enam rumah terdampak, yakni dua rumah di RT 05 dan empat rumah di RT 04 Desa Watulimo, dengan ketinggian lumpur di dalam rumah berkisar 15–30 sentimeter," ujar Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono.
Meski terdampak cukup luas, Triadi menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana ini. Hal ini menjadi kabar baik di tengah kondisi yang cukup memprihatinkan.
Penanganan Darurat: Tim Gabungan Bergerak Cepat
Segera setelah kejadian terjadi, tim penanganan darurat gabungan telah dikerahkan untuk menangani situasi. Tim ini terdiri dari:
- Personel BPBD Trenggalek
- TNI dan Polri
- Pemadam kebakaran
- Perangkat desa Watulimo
- Masyarakat setempat
Koordinasi intensif dilakukan antara pihak-pihak ini untuk mendatangkan alat berat guna mempercepat pembersihan material longsor dari badan jalan. Tujuan utama adalah membuka akses Bandung-Prigi kembali secepat mungkin agar mobilitas warga dan distribusi logistik dapat berjalan normal kembali.
Bencana Lain di Gandusari: Banjir Luapan Surut Cepat
Selain di Watulimo, bencana hidrometeorologi juga terjadi di Kecamatan Gandusari. Hujan lebat pada sekitar pukul 18.30 WIB memicu banjir luapan di Jalan Raya Gandusari–Kampak, Desa Sukorejo. Genangan air setinggi 30–40 sentimeter sempat menutup jalan dan masuk ke satu rumah warga setinggi kurang lebih 10 sentimeter.
Namun, air banjir ini surut total pada pukul 20.00 WIB. Setelah itu, warga langsung melakukan pembersihan mandiri di lingkungan mereka tanpa menunggu bantuan dari pihak luar.
Rekomendasi BPBD untuk Masyarakat
Untuk mengatasi kendala mobilitas akibat penutupan akses Bandung-Prigi, BPBD Trenggalek mengimbau masyarakat yang hendak menuju Kecamatan Watulimo untuk sementara menggunakan jalur lintas selatan sebagai rute alternatif.
Selain itu, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang masih berpeluang terjadi di wilayah Trenggalek dan sekitarnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan warga untuk menghindari risiko bencana:
- Memantau informasi cuaca dari sumber terpercaya
- Tidak mendekati area tebing atau sungai yang berpotensi longsor atau banjir
- Menyiapkan persediaan darurat seperti makanan, air, dan obat-obatan
Dengan kesiapan dan kesadaran bersama, diharapkan risiko dampak bencana selanjutnya dapat diminimalisir.