Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bandung Siapkan Kantong Anggaran BRT Tanpa Angka Pasti Setelah Dana Tahun Lalu Tak Terpakai

Bandung · Oleh ·

DPKAD Kota Bandung siapkan ruang anggaran BRT tanpa nominal pasti. Angka bakal ditentukan setelah pengelola menyampaikan hitungan kebutuhan tahunan, mengikuti pola berbeda dari 2025 yang dananya tidak terserap.

Bandung Siapkan Kantong Anggaran BRT Tanpa Angka Pasti Setelah Dana Tahun Lalu Tak Terpakai

Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung menyiapkan ruang penganggaran untuk Bus Rapid Transit. Namun angka yang bakal dialokasikan belum bisa ditentukan.

Wali Kota Muhammad Farhan menjelaskan mekanisme ini dipilih agar anggaran BRT tidak ditetapkan sebelum kebutuhan operasional layanan terukur secara pasti. Pola ini berbeda dengan perencanaan tahun lalu.

Pada 2025, Pemerintah Kota Bandung mengalokasikan dana untuk BRT. Namun anggaran itu tidak terserap sama sekali. Conditio itu kemudian menjadi catatan dalam pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan.

Baca Juga: Tiga Hakim PN Depok Dituntut 4-8 Tahun Penjara Terkait Fee Sita Lahan Rp 850 Juta

"Kita sudah siapkan kantongnya, nanti BRT akan ngasih tahu, kita perlu sekian per tahun. Dari situlah baru kita akan masukkan angkanya," tutur Farhan.

Pengalaman anggaran yang menganggur itu menjadi dasar pemerintah kota lebih hati-hati. Farhan menyebut penetapan angka di awal berpotensi kembali menghasilkan dana yang tidak bisa digunakan.

Kini pemerintah menunggu pengelola BRT menyampaikan perhitungan kebutuhan tahunan. Dari data itu baru angka pembiayaan akan dimasukkan dalam rancangan anggaran daerah.

Baca Juga: Persib Majukan Laga di Bogor Sehari Lebih Awal untuk Persiapan Lawan Melbourne Victory

"Perhitungan kebutuhan dari sisi operasional, kemudian menyesuaikannya ke dalam anggaran daerah agar dana yang dialokasikan benar-benar dapat digunakan untukunjang keberlangsungan layanan transportasi massal," kata Farhan.

Di luar BRT, layanan transportasi umum yang sudah beroperasi di Bandung meliputi Trans Metro Bandung dan Trans Metro Jabar. Farhan menilai kedua armada itu telah hadir di berbagai rute dan cukup dimanfaatkan warga.

"Masyarakat pakai TMB, pakai apalagi? TMJ, Trans Metro Jabar ya, itu sudah bagus sekali. Tinggal kita tambah aja armadanya," terang Farhan.

Keberlanjutan BRT sebagai trase baru bergantung pada dua hal: kesesuaian anggaran dengan kebutuhan riil dan peningkatan jumlah penumpang transportasi umum di Bandung.