Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bandung Siapkan 220 Titik Pengelolaan Sampah Cegah Penumpukan di TPA

Jabar · Oleh · · Diperbarui 14 Agustus 2026

Bandung siapkan 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan untuk kurangi beban TPA Sarimukti dan menangani 1.511 ton sampah harian.

Bandung Siapkan 220 Titik Pengelolaan Sampah Cegah Penumpukan di TPA

Kota Bandung tengah mempersiapkan langkah strategis dalam pengelolaan sampah dengan membangun hingga 220 titik pengolahan berbasis kewilayahan. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan meningkatnya volume sampah di kota yang diperkirakan mencapai sekitar 1.511 ton per hari.

Paradigma Baru Pengelolaan Sampah

Pembatasan kuota di TPA Sarimukti mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk segera mentransformasi sistem pengelolaan sampah. Selama ini, pola penanganan sampah yang bertumpu pada kumpul, angkut, buang dirasa sudah tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan perkotaan.

Baca Juga: Siloam Hospitals Mampang gandeng brand alas kaki Bocorocco edukasi kesehatan kaki pekerja

"Kota Bandung tidak bisa lagi bergantung pada pola lama. Ke depan, sampah harus diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya melalui pengelolaan di tingkat rumah tangga dan kewilayahan," tegas Syahriani, Ketua Tim Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung.

Rincian Target Pengurangan Sampah

Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah ini diharapkan mampu menekan volume sampah yang harus dikirim ke TPA. Berikut target utama yang ditetapkan:

Baca Juga: H. Oma Miharja Tegaskan Pramuka Perlu Dibentuk Akhlak Selain Kecerdasan Anak Karawang

DLH Kota Bandung sendiri telah menginventarisasi calon lokasi pembangunan di berbagai wilayah. Setiap lokasi akan melalui proses verifikasi teknis dan sosial untuk memastikan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Pendekatan Pengelolaan Berdasarkan Jenis Sampah

Pemkot Bandung menerapkan strategi pengelolaan yang disesuaikan dengan karakteristik sampah:

Kolaborasi multi pihak

Program ini mendapat dukungan dari berbagai institusi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan bantuan teknologi RDF yang saat ini masih dalam tahap uji coba efektivitas. Sementara itu, Mabes TNI AD juga memberikan rencana bantuan mesin pengolahan sampah untuk mendukung kelancaran program.

"Pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan," jelas Syahriani.

Peran Strategis Masyarakat

Dukungan legislator juga turut memperkuat program ini. Nunung Nurasiah, Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam keberhasilan pengelolaan sampah.

"Sehebat apa pun teknologi yang dimiliki pemerintah, keberhasilan pengelolaan sampah tetap bergantung pada keterlibatan masyarakat. Penanganan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama," katanya.

DPRD Kota Bandung melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan terus memastikan setiap program penanganan sampah dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Edukasi kepada masyarakat dinilai krusial untuk mengubah perilaku dalam pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Nunung menekankan bahwa budaya memilah sampah harus dimulai dari tingkat keluarga, kemudian diperkuat di tingkat RT dan RW, sehingga volume sampah yang harus diangkut ke TPA dapat terus berkurang secara signifikan.